SEJARAH

Sejarah Desa Sikayu Buayan: Berawal dari “Ci Kayu”

3928
×

Sejarah Desa Sikayu Buayan: Berawal dari “Ci Kayu”

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Sikayu, yang berada di wilayah Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang yang berakar dari kehidupan masyarakat awal di kawasan kaki perbukitan karst Gombong Selatan.

Berdasarkan penuturan para sesepuh desa, seperti Simbah Mohamad Abdul Ghoni, Simbah Sarbini, Simbah Kyai Dargini, dan Simbah Partasentana, wilayah Desa Sikayu pada masa lampau merupakan hutan belantara yang berada sekitar 10 kilometer dari Gombong.

Seiring berjalannya waktu, kawasan tersebut mulai didatangi oleh penduduk dari berbagai daerah yang mencari tempat tinggal sekaligus sumber penghidupan. Mereka kemudian menetap dan hidup bersama, membangun hubungan sosial serta saling bergantung satu sama lain.

Dengan bertambahnya jumlah penduduk, muncul kesadaran untuk memanfaatkan hutan tersebut menjadi lahan yang lebih produktif. Melalui musyawarah, masyarakat mulai membuka hutan secara gotong royong tanpa pamrih, guna dijadikan lahan permukiman dan pertanian.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Lahan yang sebelumnya berupa hutan lebat perlahan berubah menjadi area hunian sederhana. Keberadaan sumber mata air yang melimpah dan stabil menjadi faktor penting yang mendukung kehidupan masyarakat, terutama dalam kegiatan bercocok tanam.

Seiring waktu, jumlah penduduk terus meningkat. Kondisi ini mendorong terbentuknya sistem pemerintahan desa untuk mengatur kehidupan masyarakat agar lebih tertib dan terorganisir.

Dalam perkembangan sejarahnya, disebutkan pula adanya tiga tokoh keturunan Kerajaan Mataram, yakni Nyai Agung, Mbah Kyai Sampar Angin, dan Mbah Kyai Singarata. Ketiganya diyakini turut berperan dalam pembukaan hutan (babat alas) di wilayah tersebut.

Ketiga tokoh tersebut kemudian memberikan nama pada wilayah tersebut. Kata “Ci” yang berarti air dan “Kayu” yang merujuk pada banyaknya pohon besar di kawasan itu digabungkan menjadi “Ci Kayu”. Namun, dalam perkembangannya, penyebutan tersebut berubah menjadi “Sikayu” agar lebih mudah diucapkan oleh masyarakat setempat. Nama Sikayu sendiri dimaknai sebagai wilayah yang memiliki sumber mata air yang dikelilingi pepohonan besar.

Adapun daftar kepala desa yang pernah memimpin Desa Sikayu antara lain:

  • Jaya Dilaga (1935–1938)
  • Darmo (1938–1955)
  • Partasentana (1955–1985)
  • M. Chaelani (1985–1993)
  • Sakim Purwadi (1993–2001)
  • Sukiyem (2001–2007 dan 2007–2013)
  • Teguh Priyatin (2013–2019)
  • Samtilar (2019–sekarang)

Hingga kini, Desa Sikayu terus berkembang sebagai wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam, khususnya ketersediaan air, yang menjadi penopang utama kehidupan masyarakatnya.

Sumber: Website resmi Desa Sikayu


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com