KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Sidoagung, yang terletak di Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, bukan sekadar wilayah administratif biasa. Dengan luas 516 hektare, desa ini menjadi yang terluas di Kecamatan Sruweng dan terdiri dari 9 dusun, yaitu Curug, Klangon Tempel, Pacalbalung, Klangon, Sipendok, Karangjati, Serkitik, Depok, dan Bersole. Desa ini berbatasan dengan Desa Klepusanggar dan Tanggeran di selatan, Desa Karangjambu di timur, Desa Giripurno di utara, serta Desa Candi di barat.
Nama Sidoagung berasal dari dua kata: Sido yang berarti “jadi” dan Agung yang berarti “besar”. Filosofi ini lahir dari penyatuan dua desa terdahulu, yaitu Klangon dan Serkitik, pada masa awal kemerdekaan Indonesia.
Dari Kyai Sampe Beduk hingga Balai Desa Sidoagung
Menurut cerita warga, desa Klangon dirintis oleh Kyai Sampe Beduk (nama asli K. Fathurrahman atau Wongsoyudho), seorang mantan prajurit Keraton Mataram dari Desa Kalasan, Demak. Setelah pensiun, ia menetap di Klangon dan menjadi demang (lurah) sekaligus tokoh sepuh desa. Kyai Sampe Beduk dikenal taat beribadah dan gemar membaca Al-Qur’an hingga diberi julukan “Sampe Beduk”. Menariknya, jasad beliau dikabarkan masih utuh, dan legenda “Macan Putih” yang muncul saat peringatan hari besar Islam seperti Isro’ Mi’roj dan Maulid Nabi, masih dipercaya warga hingga kini.
Sementara itu, desa Serkitik dirintis oleh tokoh sakti bernama Satidharma. Nama Serkitik diyakini berasal dari kata merketek, yang artinya tanaman yang sulit tumbuh, mencerminkan tantangan awal pemukiman di sana. Konon, Satidharma dan Kyai Sampe Beduk pernah adu kesaktian dalam persaingan wilayah, hingga akhirnya kedua desa disatukan pada 1945 untuk menciptakan kedamaian dan kekompakan. Balai desa ditetapkan di Klangon, sedangkan lapangan desa di Serkitik.
Pemimpin Desa Sepanjang Sejarah
Sejak penggabungan, Desa Sidoagung telah dipimpin oleh beberapa kepala desa, di antaranya:
- Madsupyan (1956 – 1986)
- Sudjono (1986 – 2006)
- Mulyanto (2007 – 2013)
- Ahmad Komarudin (2013 – sekarang)
Dengan sejarah panjang dan legenda yang kaya, Desa Sidoagung tidak hanya menjadi pusat kehidupan masyarakat, tetapi juga simbol persatuan dan kekuatan budaya lokal di Kabupaten Kebumen.
Sumber: sidoagung.kec-sruweng.kebumenkab.go.id
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















