SEJARAH

Asal Usul Nama Desa Sruweng Kebumen: Dua Keris Sakti Berbunyi “Sreng” dan “Weng’’ di Masa Mataram

1211
×

Asal Usul Nama Desa Sruweng Kebumen: Dua Keris Sakti Berbunyi “Sreng” dan “Weng’’ di Masa Mataram

Sebarkan artikel ini
ilsutrasi AI

KEBUMEN, Kebumen24.com – Nama Sruweng, sebuah kecamatan di Kabupaten Kebumen, ternyata memiliki kisah legenda yang menarik dari masa lampau. Cerita yang diwariskan secara turun-temurun ini berkaitan dengan pertemuan dua tokoh sakti dan bunyi dua keris pusaka yang dipercaya menjadi asal mula nama Sruweng.

Konon, pada masa Kerajaan Mataram masih berdiri, hiduplah seorang pengembara sakti dari Mataram yang sedang mencari senjata pusaka yang lebih ampuh dari yang dimilikinya. Dalam perjalanannya, ia berjalan ke arah barat, menyusuri berbagai wilayah untuk menemukan empu pembuat keris yang terkenal kesaktiannya.

Setiap tempat yang ia singgahi selalu menjadi ajang pembuktian kesaktian. Sang pengembara kerap menantang para empu untuk mengadu kekuatan senjata pusaka mereka.

Suatu hari, pengembara tersebut sampai di sebuah wilayah yang kini dikenal sebagai Dukuh Wera. Di daerah itu, tepatnya di bagian utara wilayah tersebut, tinggal seorang empu yang menurut cerita masyarakat memiliki kemampuan luar biasa dalam menempa keris sakti.

Mendengar kabar tentang kehebatan sang empu, pengembara dari Mataram itu pun datang untuk menemui dan menantangnya. Dengan sikap rendah hati, sang empu menerima maksud kedatangan tamunya tersebut.

Keduanya kemudian mengeluarkan senjata kebanggaan masing-masing, yakni sebilah keris pusaka. Tanpa menunggu lama, kedua keris itu pun diadu kekuatannya.

Namun peristiwa tak terduga terjadi. Kedua keris itu terlepas dari tangan pemiliknya dan melesat ke angkasa. Saat melayang di udara, masing-masing keris mengeluarkan bunyi yang berbeda.

Keris milik sang empu mengeluarkan bunyi “Sreng”, sementara keris milik pengembara dari Mataram berbunyi “Weng”.

Peristiwa itu membuat sang pengembara terkesima. Ia kemudian mengatakan bahwa suatu saat nanti tempat tersebut akan dikenal dengan nama yang diambil dari bunyi kedua keris tersebut.

“Pada saatnya nanti, tempat ini akan diberi nama Sruweng,” ujar sang pengembara sebagaimana diceritakan dalam legenda masyarakat setempat.

Sejak saat itulah, menurut cerita yang berkembang di masyarakat, wilayah tersebut kemudian dikenal dengan nama Sruweng, yang berasal dari gabungan bunyi dua keris pusaka: “Sreng” dan “Weng”.

Legenda ini hingga kini masih menjadi bagian dari cerita rakyat yang memperkaya sejarah dan identitas budaya masyarakat Sruweng di Kabupaten Kebumen.

Sumber: Website Desa Sruweng


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com