PERISTIWA

Tragedi di Tengah Panen: Petani Perempuan di Kebumen Tewas Disambar Petir

419
×

Tragedi di Tengah Panen: Petani Perempuan di Kebumen Tewas Disambar Petir

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Panen padi yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan bagi para petani justru berubah menjadi tragedi. Seorang petani perempuan di Kabupaten Kebumen meninggal dunia setelah tersambar petir saat memanen padi di sawah, Senin (2/3/2026) sore.

Korban diketahui bernama Sarikem (47), warga Desa Pandansari, Kecamatan Sruweng. Saat kejadian, ia tengah memanen padi di area persawahan Dusun Banaran RT 01 RW 03, Desa Sidoarjo, Kecamatan Sruweng.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB ketika hujan turun disertai petir. Kilatan cahaya yang menyilaukan disusul suara menggelegar tiba-tiba memecah langit sore. Dalam hitungan detik, suasana panen yang semula penuh harapan berubah menjadi kepanikan.

Tak lama setelah dentuman keras terdengar, Sarikem ditemukan tergeletak di pematang sawah. Saat kejadian, ia berada di lokasi bersama suaminya, Sohidun, yang langsung berusaha memberikan pertolongan.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD PKU Muhammadiyah Sruweng untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan korban sudah meninggal dunia. Dari pemeriksaan awal, ditemukan luka bakar pada bagian punggung korban yang diduga akibat sambaran petir.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian dan rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan awal.

“Kami telah melakukan pendataan saksi, berkoordinasi dengan tim Inafis, serta memastikan tidak ada unsur lain dalam peristiwa ini,” ujar Kapolres, Selasa (3/3/2026).

Tim Inafis Polres Kebumen juga melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasil sementara menunjukkan lokasi kejadian merupakan area persawahan terbuka yang sangat memungkinkan terjadinya sambaran petir.

Polisi telah meminta keterangan dua orang saksi, yakni suami korban dan seorang warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian. Dari hasil pemeriksaan sementara, peristiwa tersebut murni musibah. Pihak keluarga korban juga menyatakan menolak dilakukan autopsi.

Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para petani, agar lebih waspada saat beraktivitas di area terbuka ketika cuaca ekstrem terjadi. Aktivitas di persawahan sebaiknya dihentikan sementara jika hujan deras disertai petir, guna menghindari risiko yang dapat mengancam keselamatan.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.