KEBUMEN, Kebumen24.com – Suasana ngabuburit di kawasan Jalan Pramuka, Kebumen, Selasa (3/3/2026), terasa berbeda. Ratusan warga tampak memadati halaman Klenteng Kong Hwie Kiong. Bukan hanya untuk menunggu waktu berbuka puasa, tetapi juga menyaksikan atraksi barongsai sekaligus menerima takjil yang dibagikan oleh Polres Kebumen bersama pengurus klenteng.
Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama. Sebanyak 750 porsi takjil berupa lontong dibagikan kepada masyarakat yang melintas maupun warga yang sengaja datang ke lokasi.
Kapolres Kebumen mengatakan, kegiatan berbagi takjil selama Ramadan rutin dilakukan oleh jajarannya. Namun kali ini terasa lebih istimewa karena dilaksanakan bersama pengurus Klenteng Kong Hwie Kiong.
“Berbagi takjil setiap hari kita laksanakan. Hari ini dari fungsi Binmas dan kami berkolaborasi dengan klenteng,” ujar AKBP Putu di sela kegiatan.
Menurutnya, kolaborasi lintas elemen masyarakat seperti ini sangat penting untuk menjaga suasana yang harmonis dan kondusif, terutama di bulan suci Ramadan. Kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat diharapkan mampu mempererat hubungan sosial di tengah keberagaman.
Kegiatan semakin semarak ketika tiga barongsai tampil bergantian di halaman klenteng. Tabuhan simbal dan gong menggema, menarik perhatian warga yang melintas. Banyak pengendara bahkan berhenti sejenak untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.
Di depan pintu klenteng, paket lontong Cap Go Meh terlihat tersusun rapi di atas meja panjang. Pengurus klenteng bersama anggota Polres Kebumen berdiri berdampingan membagikan paket demi paket kepada warga.
Ketua Klenteng Kong Hwie Kiong, Hengki Halim, menjelaskan bahwa rangkaian perayaan Imlek sebelumnya telah dilaksanakan. Namun untuk Cap Go Meh tahun ini, perayaan dibuat lebih sederhana.
“Biasanya ada pesta rakyat saat Cap Go Meh. Tahun ini juga tidak ada pesta kembang api,” jelas Hengki.
Keputusan tersebut diambil karena perayaan bertepatan dengan bulan Ramadan. Sebagai bentuk penghormatan, perayaan ditutup dengan kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat.
Hengki berharap momentum tersebut dapat semakin memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kebumen.
“Guyub rukun, toleransinya akan selalu kita jaga,” ujarnya.
Salah seorang warga, Nurul, mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembagian takjil seperti ini sangat membantu masyarakat sekaligus menghadirkan suasana kebersamaan di ruang publik.
“Ramadan jadi terasa lebih hangat. Ada hiburan juga, dan bisa berbuka bersama,” kata Nurul.
Kegiatan berbagi takjil yang dipadukan dengan atraksi budaya ini pun menjadi pemandangan yang menarik bagi masyarakat yang tengah menikmati waktu ngabuburit di Kebumen.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















