PERISTIWA

Anak Hanya Terdiam di Rumah, Warga Menganti Ditemukan Meninggal Setelah Tiga Hari

547
×

Anak Hanya Terdiam di Rumah, Warga Menganti Ditemukan Meninggal Setelah Tiga Hari

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Warga Desa Menganti, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen digegerkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang sudah meninggal dunia di dalam rumahnya, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat ditemukan, kondisi jenazah telah membusuk sehingga menimbulkan bau menyengat yang tercium hingga ke sekitar rumah.

Korban diketahui bernama Wasiyun (70), seorang buruh harian lepas yang tinggal di RT 02 RW 02 Desa Menganti. Ia ditemukan tergeletak di lantai dapur rumahnya.

Kapolres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, penemuan bermula dari kecurigaan warga yang mencium bau tidak sedap dari rumah korban. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada perangkat desa yang selanjutnya bersama warga melakukan pengecekan ke dalam rumah.

“Setelah dicek, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan jenazahnya telah mengalami pembusukan,” jelas Kapolres.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan obat jenis Amosterra serta alat pembuat rokok lintingan di dekat tubuh korban. Berdasarkan keterangan warga, korban terakhir kali terlihat pada Sabtu (28/2/2026) saat membeli es teh di sekitar rumahnya. Saat itu, korban diketahui sedang dalam kondisi sakit, meski tidak diketahui secara pasti penyakit yang dideritanya.

Korban selama ini tinggal bersama anak perempuannya di rumah tersebut. Saat kejadian, sang anak yang diduga mengalami gangguan kejiwaan hanya berada di dalam rumah dan tidak memberikan respons.

Pihak keluarga sebenarnya rutin menjenguk korban setiap tiga hari sekali. Namun saat datang kembali dan mencium bau menyengat dari dalam rumah, mereka bersama warga memutuskan untuk memeriksa kondisi di dalam rumah hingga akhirnya menemukan korban sudah tidak bernyawa.

Petugas dari Polsek Sruweng bersama tim Inafis Polres Kebumen dan relawan PMI kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan para saksi. Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Kebumen untuk dilakukan pemeriksaan luar.

Dari hasil pemeriksaan medis sementara, korban diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, baik luka jeratan maupun luka akibat benda tajam atau tumpul.

Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis sementara, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut,” tegas Kapolres.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.