AMBAL, Kebumen24.com – Suasana Ramadan di Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, mendadak semarak. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan Ambal Costume Carnival yang digelar di sepanjang Jalan Poerbonegoro, Desa Ambalresmi, Minggu (1/3/2026). Karnaval kreatif ini menjadi bagian dari rangkaian acara “Ngabuburit Bareng Nang Ambal” (Ngabar Ambal) 2026.
Acara tersebut tidak hanya menjadi hiburan menjelang berbuka puasa, tetapi juga sukses menarik perhatian masyarakat karena menampilkan parade kostum unik dan penuh warna. Para pemuda Desa Ambalresmi dari berbagai usia tampil percaya diri dengan beragam kostum tematik, mulai dari ikon kuliner Sate Ambal hingga visualisasi kekayaan alam Geopark Kebumen.
Kreativitas peserta membuat sepanjang jalan dipenuhi sorak-sorai penonton. Banyak warga mengabadikan momen tersebut karena dianggap sebagai karnaval Ramadan yang berbeda dari biasanya.
Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, bersama Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alaudien Reza Mardhika. Hadir pula mantan Bupati Kebumen Ir. Mohammad Yahya Fuad, sejumlah anggota DPRD Kebumen, Forkopimcam, serta jajaran pengurus Karang Taruna Kabupaten Kebumen.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Pokdarwis Ambalresmi, Ngalamul Futuwah, menjelaskan bahwa kegiatan Ngabar Ambal 2026 sudah dimulai sejak awal Ramadan dan akan mencapai puncaknya pada malam takbir Idul Fitri.
Menurutnya, kegiatan ini dirancang sebagai ruang kreativitas masyarakat sekaligus penggerak ekonomi desa.
“Selain panggung seni yang diisi masyarakat, sepanjang Jalan Poerbonegoro juga diramaikan sekitar 74 UMKM yang menjual berbagai takjil. Harapannya tentu agar ekonomi warga ikut bergerak,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antara Pokdarwis, Pemerintah Desa, pemuda, dan para relawan dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Desa Ambalresmi berhasil menunjukkan bahwa desa wisata dapat berkembang dari kekuatan masyarakatnya sendiri.
“Ambal sangat kaya akan seni dan budaya. Melalui panggung ini generasi muda diberi ruang untuk tampil percaya diri. Warga juga bisa menikmati hiburan sehat sambil menunggu waktu berbuka, sekaligus mendukung UMKM lokal,” kata Lilis.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengingat sejarah besar wilayah Ambal. Nama Jalan Poerbonegoro, kata dia, diambil dari tokoh penting masa kejayaan Kadipaten Ambal, yakni Kanjeng Raden Adipati Poerbonegoro.
“Semangat kepemimpinan besar itu harus terus kita jaga. Saya berharap Ngabar Ambal menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen,” pungkasnya.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Ambal Costume Carnival digadang-gadang menjadi ikon baru pariwisata desa di Kebumen, terutama sebagai agenda unggulan selama bulan Ramadan.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















