ALIAN, Kebumen24.com – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, perajin kue semprong di RT 02 RW 04 Desa Seliling, Kecamatan Alian kebanjiran pesanan. Kue tradisional bercita rasa manis dan renyah ini menjadi salah satu sajian favorit yang selalu menghiasi meja tamu saat Lebaran.
Kue semprong dibuat dari campuran tepung, gula, santan kelapa, serta telur, kemudian dipanggang menggunakan cetakan besi di atas bara api hingga membentuk gulungan tipis yang renyah. Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional, sehingga cita rasa khasnya tetap terjaga dari generasi ke generasi.
Perajin kue semprong, Nuriyah, telah menekuni usaha ini hampir 45 tahun. Dalam menjalankan produksinya, ia dibantu sang suami, mulai dari menyiapkan adonan hingga proses pemanggangan menggunakan alat besi tradisional.
“Menjelang Lebaran 1447 Hijriah alhamdulillah pesanan semprong selalu ramai, Mas. Sejak awal bulan puasa Ramadan toko-toko banyak yang pesan,” ucapya, Sabtu (28/2/2026).
Ia menuturkan, tidak hanya toko yang memesan dalam jumlah besar, tetapi juga pembeli perorangan. Namun karena keterbatasan tenaga, sebagian pesanan pribadi terpaksa ditolak.
“Sebenarnya banyak yang pesan secara pribadi, terpaksa kami tolak karena keterbatasan tenaga. Buat nyetok ke warung-warung langganan saja kita masih kewalahan,” katanya.
Nuriyah menjelaskan, dulu dirinya mampu memproduksi hingga 10 kilogram adonan per hari. Namun kini, karena faktor usia, produksi berkurang menjadi sekitar 8 kilogram adonan per hari yang menghasilkan 30–35 bungkus semprong.
Kue tersebut dipasarkan ke sejumlah toko langganan di Kutowinangun, Ambal, hingga Wonosari. Pengiriman dilakukan dua hari sekali dengan jumlah 50–60 bungkus setiap kali antar.
“Dari dulu kue semprong di sini ada empat rasa, yaitu aroma jeruk, vanili, wijen, dan pasta duren,” jelasnya.
Untuk harga, kue semprong dijual Rp12.500 per bungkus, sedangkan untuk pembelian satu kilogram dibanderol Rp65.000. Dengan rasa yang khas serta proses pembuatan yang masih tradisional menggunakan alat besi di atas bara api, kue semprong produksi Desa Seliling tetap menjadi primadona masyarakat. (K24/Ilham)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















