KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Wiromartan menyimpan kisah panjang yang berakar dari masa Kerajaan Mataram Islam hingga era pemerintahan modern saat ini. Sejarah desa yang berada di Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen ini tidak lepas dari tokoh penting bernama Demang Wiromarto yang diyakini menjadi cikal bakal penamaan wilayah tersebut.
Pada masa lampau, wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Wiromartan terdiri dari dua kelurahan, yaitu Kelurahan Keburuhan dan Kelurahan Butuhan. Saat masa penjajahan Belanda, kedua wilayah tersebut masuk dalam administrasi Kademangan Wawar.
Sejarah lokal menyebutkan bahwa pada masa Kerajaan Mataram Islam, seorang demang bernama Wiromarto memilih mengasingkan diri ke wilayah Kelurahan Buruhan. Keputusan itu diambil setelah wilayah kekuasaannya dikuasai oleh Belanda. Dalam pengasingannya, Demang Wiromarto tidak sendiri. Ia ditemani dua pengikut setianya, yakni Wongso Sentiko dan Suro Dwongso.
Jejak sejarah ketiganya masih dapat ditemukan hingga kini. Makam Demang Wiromarto berada di Dukuh Gunawan RT 02 RW 02, sementara makam Wongso Sentiko dan Suro Dwongso berada di Dukuh Rahayu RT 02 RW 01, yang semuanya berada di wilayah Desa Wiromartan.
Nama Wiromartan kemudian resmi digunakan pada tahun 1924, setelah Kelurahan Keburuhan dan Kelurahan Butuhan digabung menjadi satu desa.
Sejak penggabungan tersebut, Desa Wiromartan telah dipimpin oleh sejumlah kepala desa dari masa ke masa. Kepala desa pertama adalah Ahmad Sukemi yang menjabat selama 18 tahun hingga 1942. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Ranu Duwiryo yang memimpin cukup lama, yakni selama 33 tahun hingga 1975.
Setelah itu, tampuk kepemimpinan beralih kepada Trimo Karyo yang menjabat dari 1976 hingga 1989. Berikutnya adalah Slamet yang memimpin satu periode dari 1989 sampai 1997.
Kepala desa selanjutnya adalah Daman Rahadi, putra dari Ranu Duwiryo. Namun masa jabatannya hanya berlangsung sekitar tiga tahun karena beliau meninggal dunia pada 2001. Posisi tersebut kemudian diisi oleh Penjabat Kepala Desa B. Hartono selama sekitar sembilan bulan hingga 2002.
Kepemimpinan desa kemudian dilanjutkan oleh Saringan Budiono yang menjabat dua periode, yakni 2002–2007 dan 2007–2012. Setelah itu, Widodo Sunu Nugroho, S.P., yang merupakan putra dari Daman Rahadi, memimpin desa selama satu periode dari 2012 hingga 2019.
Pada pemilihan kepala desa yang digelar 25 Juni 2019, Mijo terpilih sebagai Kepala Desa Wiromartan. Ia kemudian resmi dilantik pada 2 Agustus 2019 dan memimpin desa hingga sekarang.
Perjalanan panjang Desa Wiromartan menjadi bukti bagaimana sejarah, kepemimpinan, dan nilai-nilai lokal terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Sumber: Website resmi Desa Wiromartan
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















