SEJARAH

Asal Usul Desa Karanggede: Kisah Mbah Wongso Joyo Membuka Hutan Hingga Lahirnya Sebuah Desa

524
×

Asal Usul Desa Karanggede: Kisah Mbah Wongso Joyo Membuka Hutan Hingga Lahirnya Sebuah Desa

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Di balik berdirinya sebuah desa, sering tersimpan kisah perjuangan para tokoh masa lampau. Hal itulah yang juga menjadi bagian dari sejarah lahirnya Desa Karanggede Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen. Cerita yang diwariskan secara turun-temurun menyebutkan bahwa desa ini bermula dari perjuangan seorang tokoh bernama Mbah Wongso Joyo.

Konon, Mbah Wongso Joyo berasal dari lingkungan Kesultanan Surakarta Hadiningrat. Karena suatu alasan, ia harus meninggalkan tanah asalnya dan memulai perjalanan panjang ke arah barat. Dalam pengembaraannya, ia tiba di sebuah kawasan yang saat itu masih berupa hutan lebat, rawa-rawa, dan belum berpenghuni.

Dengan tekad kuat, Mbah Wongso Joyo bersama para pengikut setianya mulai membuka hutan tersebut. Lambat laun kawasan itu mulai bisa ditempati dan menjadi cikal bakal permukiman yang kemudian berkembang menjadi Desa Karanggede.

Namun perjalanan membangun wilayah baru tidak selalu berjalan mulus. Dalam prosesnya, sempat terjadi perselisihan batas wilayah dengan daerah di sebelah barat yang saat itu dikuasai oleh tokoh bernama Mbah Wirogati. Perselisihan tersebut memicu ketegangan antara kedua pihak.

Dalam situasi tersebut, Mbah Wongso Joyo bersama orang-orangnya sempat mengalami kesulitan menghadapi kekuatan Mbah Wirogati. Bahkan, ia sempat ditahan di sebuah gundukan tanah atau gumuk yang berada di kawasan perbatasan wilayah. Tempat itu dipercaya masih ada hingga kini dan menjadi penanda batas wilayah Desa Karanggede.

Kabar penahanan Mbah Wongso Joyo kemudian sampai kepada adik perempuannya. Ia merupakan istri dari Mbah Singojiwo, seorang tokoh yang dikenal memiliki kesaktian. Mbah Singojiwo disebut memiliki ilmu panglimunan serta ajian Macan Singo Lodoyo.

Atas permintaan sang istri, Mbah Singojiwo bergerak untuk menolong. Ia terlebih dahulu mengirim utusan kepada Mbah Wongso Joyo agar tetap tenang dan tidak takut selama dalam penahanan sambil menunggu kedatangannya.

Menjelang sore hari, Mbah Singojiwo akhirnya tiba di tempat tersebut. Dengan kesaktiannya, ia membuat orang-orang yang menjaga Mbah Wongso Joyo merasa ketakutan hingga melarikan diri. Peristiwa itu pun menjadi titik pembebasan Mbah Wongso Joyo dari penahanan.

Sebagai bentuk mengenang kejadian tersebut sekaligus harapan bagi masa depan wilayah yang dibukanya, Mbah Wongso Joyo kemudian menamai tempat itu Karanggede. Nama tersebut mengandung doa agar kelak wilayah tersebut menjadi desa yang besar, makmur, serta masyarakatnya hidup tenteram, gemah ripah loh jinawi, dan terhindar dari berbagai mara bahaya.

Hingga kini, kisah tersebut masih menjadi bagian dari cerita rakyat yang hidup di tengah masyarakat dan menjadi pengingat akan perjuangan para leluhur dalam membuka dan membangun sebuah wilayah.(K24/*).

Sumber: website desa Karanggede


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.