SEJARAH

Jejak Sejarah Desa Lundong: Berawal dari Babat Alas Nyi Ambarwati hingga Menjadi Desa di Kutowinangun

6391
×

Jejak Sejarah Desa Lundong: Berawal dari Babat Alas Nyi Ambarwati hingga Menjadi Desa di Kutowinangun

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Lundong yang berada di wilayah Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, memiliki kisah sejarah yang menarik. Meski tidak banyak catatan tertulis yang ditemukan, cerita turun-temurun dari para sesepuh desa masih hidup dan menjadi penguat asal-usul desa tersebut.

Konon, wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Lundong dulunya merupakan kawasan alas tebu yang masih sepi penduduk. Daerah tersebut belum menjadi pusat pemerintahan maupun perdagangan, sehingga jejak sejarahnya lebih banyak diwariskan melalui cerita lisan masyarakat.

Tokoh yang diyakini sebagai perintis desa adalah Nyi Lundong. Ia dikenal sebagai sosok yang pertama kali membuka wilayah tersebut. Dari namanyalah kemudian lahir sebutan Desa Lundong.

Menurut cerita para tetua desa, Nyi Lundong memiliki nama asli Nyi Ambarwati. Ia disebut sebagai utusan dari Kerajaan Mataram yang berada di wilayah Yogyakarta. Dalam perjalanannya, ia menetap di daerah yang berada di antara Desa Lundong dan Kutowinangun, lalu membuka hutan di sekitar kediaman Ki Bumi.

Sejak saat itu wilayah tersebut mulai dihuni dan berkembang menjadi sebuah permukiman.

Kepemimpinan Awal Desa

Dalam sejarahnya, Nyi Lundong memimpin wilayah tersebut cukup lama, yakni sekitar tahun 1900 hingga 1933. Setelah itu dilakukan pemilihan kepala wilayah, dan Imam Sobari terpilih sebagai pemimpin berikutnya.

Pada masa kepemimpinannya, Desa Lundong mulai tertata dan terbagi menjadi enam pedukuhan, yaitu:

  • Krajan
  • Kimbaran I
  • Kimbaran II
  • Masnganten
  • Tlimbeng
  • Karanganyar

Filosofi Nama Pedukuhan

Setiap pedukuhan di Desa Lundong memiliki kisah penamaan tersendiri.

Krajan berasal dari kata kerajaan, yang merujuk pada wilayah tempat tinggal pemimpin desa pertama.
Kimbaran dipercaya berasal dari kisah adanya anak kembar yang pernah tinggal di wilayah tersebut.
Masnganten diambil dari kebiasaan warga yang gemar berdandan seperti pengantin (nganten).
Tlimbeng dikenal sebagai daerah yang memiliki sumber air.
Sedangkan Karanganyar bermakna wilayah baru yang terbentuk setelah percikan api saat Nyi Lundong membuka hutan. Nama tersebut berarti “karang baru”.

Daftar Kepala Desa Lundong

Berikut daftar pemimpin yang pernah memimpin Desa Lundong:

  1. Nyi Lundong (1900 – 1933)
  2. Imam Sobari (1933 – 1945)
  3. Edi Pramono (1945 – 2001)
  4. Sunarto (2001 – 2007)
  5. M. Sakur (2007 – 2019)
  6. Sukiman (2019 – sekarang)

Hingga kini, kisah babat alas yang dilakukan Nyi Lundong masih menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Desa Lundong. Cerita tersebut tidak hanya menggambarkan awal mula terbentuknya desa, tetapi juga menjadi warisan sejarah yang terus diceritakan dari generasi ke generasi.

Sumber: Website resmi Desa Lundong.


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.