KEBUMEN, Kebumen24.com – Demam sepak bola membara di Kabupaten Kebumen. Tim kebanggaan warga, Persak Kebumen yang dijuluki Laskar Joko Sangkrip (Lajoksa), siap menjalani laga hidup-mati menghadapi Persibangga Purbalingga pada partai final Liga 4 Jawa Tengah 2026.
Laga puncak digelar di Stadion Jatidiri, Semarang, Senin (16/2/2026), dengan format single match. Tak ada leg kedua, tak ada kesempatan memperbaiki kesalahan. Menang jadi juara, kalah pulang tanpa gelar.
Persak memastikan tiket final usai menyingkirkan PSIR Rembang dengan agregat 3-1. Setelah bermain imbang 1-1 pada leg pertama, Lajoksa tampil penuh determinasi di leg kedua di Stadion Krida Rembang, Kamis (12/2/2026).
Skuad Persak tampil disiplin, solid di lini belakang, dan efektif saat menyerang. Tuan rumah dibungkam 0-2. Kemenangan tersebut menjadi bukti kematangan mental pemain, strategi jitu tim pelatih, serta kekompakan tim yang semakin padu. Kini, hanya satu langkah lagi menuju tangga juara.
Dukungan penuh datang dari Pemerintah Kabupaten Kebumen. Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, menyatakan optimisme tinggi terhadap peluang Persak.
“Persak telah membuktikan mampu lolos ke final. Kami mendukung sepenuhnya. Insyaallah kami berangkat ke Semarang untuk menyaksikan langsung. Di atas kertas, saya optimistis Persak bisa jadi juara,” tegasnya, Senin (16/2/2026).
Tak sekadar dukungan moral, Pemkab juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk kemajuan olahraga daerah. Renovasi Stadion Candradimuka akan dilanjutkan dalam APBD murni 2026. Pembenahan fasilitas hingga penggantian rumput baru menjadi prioritas, bahkan stadion tersebut ditargetkan berkembang menjadi sport center terpadu.
Euforia final kian membuncah. Manajemen Persak bersama berbagai elemen masyarakat menyiapkan 25 unit bus gratis untuk memberangkatkan ribuan suporter ke Semarang.

Rombongan bus diberangkatkan dari Alun-Alun Kebumen, Senin pagi (16/2/2026). Dukungan datang dari berbagai pihak, mulai dari RSUD, PDAM, KONI Kebumen, hingga Dinas Perhubungan yang mengerahkan dua unit bus.
Sejumlah tokoh dan pengusaha lokal juga turut berkontribusi, termasuk lima unit bus dari HM Tursino (Mas Seno), Malindo Group, mantan Bupati Buyar Winarso, serta HIPMI.
Gelombang biru Lajoksa dipastikan memadati Stadion Jatidiri yang berkapasitas sekitar 18.000 penonton dengan sistem single seat dan tribun tiga tingkat beratap. Didukung lampu LED modern serta teknologi VAR, partai final diprediksi berlangsung ketat, profesional, dan penuh gengsi.
Kini, harapan satu kabupaten bertumpu pada 90 menit di Jatidiri.
Mampukah Laskar Joko Sangkrip menuntaskan misi juara dan mengukir sejarah baru bagi sepak bola Kebumen?
Semua mata tertuju pada laga penentuan ini.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















