KEBUMEN, Kebumen24.com — Suasana duka masih menyelimuti rumah Sri Lestari (50), ibunda almarhum Mochamad Faik, di RT 01 RW 05 Dukuh Keposan, Kelurahan Kebumen. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengenang putra sulungnya sebagai sosok anak yang baik, ramah, penurut, dan penuh bakti kepada orang tua.
Di mata sang ibu, Faik bukan hanya anak pertama dari enam bersaudara, tetapi juga teladan di keluarga. Sejak kecil hingga dewasa, almarhum dikenal tidak pernah membantah orang tua dan selalu menjaga adab.
“Anaknya itu baik, ramah, tidak pernah neko-neko. Pengertian sama orang tua, taat, dan bakti. Kalau mau berangkat ke mana pun, selalu pamit sama saya,” tutur Sri Lestari saat ditemui di rumah duka, Rabu 4 Februari 2026.
Kebiasaan itu, kata Sri, tak pernah berubah. Setiap hendak berangkat kerja atau bepergian, Faik selalu berpamitan dengan mencium tangan, kening, bahkan memeluk sang ibu.
“Biasanya sudah rapi pakai baju, terus pamit, cium tangan, cium kening, kadang meluk juga. Habis itu bilang ‘Assalamu’alaikum’, saya jawab ‘Wa’alaikumsalam’. Itu selalu begitu, enggak pernah ditinggal tanpa pamit,” kenangnya.
Almarhum diketahui telah bekerja sekitar tiga tahun sebagai anggota Satpol PP Kebumen. Sebagai anak pertama, ia juga turut membantu perekonomian keluarga. Di sela-sela tugasnya, Faik masih menyempatkan diri melanjutkan kuliah.
Terkait kepergian putranya, Sri mengaku tak memiliki firasat apa pun. Hari itu berjalan seperti biasa, sebagaimana hari-hari sebelumnya.
“Enggak ada firasat apa-apa. Soalnya memang kesehariannya begitu, pamit, salaman, salim. Anak saya itu pendiam, patuh, kalau dibilangin orang tua ya nurut, enggak pernah melawan,” ujarnya.
Duka keluarga kian terasa karena almarhum sejatinya telah memiliki rencana untuk menikah. Namun, rencana itu belum sempat terwujud.
“Memang sudah ada rencana nikah. Tapi kemarin itu adiknya dulu yang menikah. Almarhum bilang ke adiknya, ‘kamu dulu saja’. Dia sendiri rencananya mau menikah tahun 2026, sekitar bulan Sapar, kalau Jawa kira-kira bulan Juni,” kata Sri.
Saat mengenang kepergian putra tercintanya, Sri tak kuasa menahan haru.
“Ya Allah, rasanya kalau ingat itu ya pengin nangis terus. Namanya juga anak. Sedih, nerangsa, rasanya berat sekali. Tapi ya saya kuatkan diri,” ucapnya dengan suara bergetar.

Kesedihan keluarga bertambah karena dalam waktu berdekatan mereka juga kehilangan dua orang tercinta. Ibu kandung Sri Lestari atau nenek dari almarhum sempat jatuh sakit saat datang melayat.
“Ibu saya datang melayat, terus tanya ‘mana Sri, mana Sri’. Setelah ketemu saya, saya dipeluk. Belum sampai masuk rumah, di tengah pintu ibu sudah jatuh. Terus dibaringkan di sofa, dipanggil bidan, tapi katanya sudah tidak ada,” tuturnya lirih.
Seperti diberitakan sebelumnya, Mochamad Faik, anggota Satpol PP Kebumen, gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan mengevakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Senin (2/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban yang merupakan tenaga non-ASN Satpol PP Kebumen mengalami luka parah di bagian leher akibat serangan senjata tajam. Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Polsek Alian, Koramil Alian, Satpol PP, pemerintah desa, tim Puskesmas Alian, serta pihak keluarga ODGJ.
Saat hendak diamankan dan dimasukkan ke ambulans, ODGJ berinisial Ruwadi tiba-tiba melakukan penyerangan. Pelaku diketahui membawa sejumlah senjata tajam dan benda tumpul, seperti sabit, pisau daging, dan linggis. Faik terkena sabetan senjata tajam di leher sebelah kiri yang mengenai arteri karotis dan menyebabkan pendarahan hebat.
“Korban sempat mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas Alian dan kemudian dirujuk ke RS Jenderal Soedirman. Namun, sekitar 30 menit setelah tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia,” ujar Kepala Satpol PP Kebumen, Ira Puspitasari, S.H., M.Ec.Dev.
Selain korban, satu anggota Koramil dilaporkan mengalami luka ringan. Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa sabit, pisau daging, dan linggis. Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, menegaskan penyelidikan masih terus berjalan.
Kabar duka ini pun menyebar cepat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen. Ucapan belasungkawa mengalir dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, hingga masyarakat. Ungkapan “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un” ramai disampaikan melalui media sosial dan grup percakapan.
Pada Selasa (3/2/2026) pukul 09.30 WIB, Pemerintah Kabupaten Kebumen menggelar upacara kedinasan sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum jenazah dimakamkan di TPU Kelurahan Kebumen. Upacara dipimpin oleh Asisten Pemerintahan Sekda Kebumen, R. Agung Pambudi, yang hadir mewakili Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.
“Kami mendoakan semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala kekhilafannya, dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga amal bakti almarhum selama bertugas menjadi pahala jariyah,” ujarnya.
Kepala Satpol PP Kebumen, Ira Puspitasari, menambahkan bahwa almarhum merupakan putra sulung dan satu-satunya anak laki-laki di keluarganya. Penghormatan berupa upacara kedinasan diberikan karena almarhum gugur saat menjalankan tugas negara.
“Kami sudah melakukan mitigasi risiko di lapangan. Saat evakuasi, tim kami tidak sendirian, ada rekan dari TNI, Polri, serta petugas medis. Namun, memang terjadi hal di luar prediksi,” jelasnya.
Menurut Kyai Kastolani, tetangga sekaligus Imam Masjid Raudlatul Muttaqin Keposan, almarhum dikenal sebagai pribadi yang pendiam, santun, dan ramah.
“Almarhum Faik itu anaknya baik. Setiap berangkat kerja selalu berpamitan. Sosok yang sopan dan menenangkan,” tuturnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko tugas di lapangan, khususnya dalam penanganan ODGJ, yang membutuhkan pendekatan khusus serta pengamanan ekstra demi keselamatan semua pihak.(K24/ILHAM).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






















