PERISTIWA

Talud 50 Meter di Alian Kebumen Longsor Dini Hari, Polisi dan Warga Lakukan Penanganan Darurat

593
×

Talud 50 Meter di Alian Kebumen Longsor Dini Hari, Polisi dan Warga Lakukan Penanganan Darurat

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com — Sebuah talud di depan rumah milik Sudarman, warga Dukuh Era, Desa Karangkembang RT 01 RW 02, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, mengalami longsor pada Senin dini hari, 3 Februari 2026. Peristiwa itu terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi sejak sekitar pukul 03.00 WIB.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengungkapkan, longsor diduga kuat dipicu oleh curah hujan tinggi yang menggerus pondasi talud hingga tidak mampu menahan tekanan tanah.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Talud tersebut dilaporkan ambrol dengan panjang sekitar 50 meter dan tinggi mencapai 4 meter,” jelas AKBP Putu, Senin (3/2/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) serta keterangan saksi, kondisi tanah yang labil akibat hujan deras menjadi penyebab utama ambruknya talud. Jika hujan dengan intensitas tinggi kembali turun, longsor susulan masih berpotensi terjadi dan meluas ke area sekitar.

Menerima laporan dari warga, Polsek Alian bersama unsur terkait langsung bergerak cepat menuju lokasi. Petugas yang terjun ke lapangan antara lain Kapolsek Alian Iptu Iswahyudi beserta personel, unsur TNI, KSB (Kawasan Siaga Bencana) Kecamatan Alian, serta Pemerintah Desa Karangkembang.

Sebagai langkah penanganan awal, petugas bersama warga menutup area longsor menggunakan terpal plastik untuk mengantisipasi longsor susulan sekaligus mengurangi dampak rembesan air hujan ke bagian tanah yang masih labil.

Kapolres menambahkan, assessment lanjutan akan dilakukan bersama pihak terkait guna memastikan kondisi tanah dan talud benar-benar aman, sekaligus merumuskan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak meluas atau menimbulkan kerugian lebih besar.

Selain itu, Kapolres Kebumen juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.

Warga diminta segera melapor kepada aparat desa, kepolisian, atau petugas terkait apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah, retakan di tebing, maupun kondisi talud yang mulai rapuh.

“Masyarakat kami minta tetap waspada, terutama yang tinggal di dekat tebing atau talud. Bila ada potensi bahaya, segera menghubungi petugas agar bisa dilakukan penanganan cepat,” pungkasnya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.