KEBUMEN, Kebumen24.com — Duka mendalam menyelimuti jajaran Pemerintah Kabupaten Kebumen. Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen berstatus non-ASN, berinisial MF, meninggal dunia saat menjalankan tugas evakuasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Kerakal, Kecamatan Alian, Senin (2/2/2026).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kebumen, dr. Iwan Danardono, Sp.Rad., M.M.R., menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhum. Ia menjelaskan, korban mengalami luka serius di bagian leher, tepatnya pada pembuluh darah besar, yang menyebabkan kondisinya sangat sulit untuk diselamatkan.
“Lukanya di bagian leher, mengenai pembuluh darah besar, bahkan sampai terputus. Itu sangat sulit diatasi. Apalagi saat dibawa dari Desa Kerakal menuju Kota Kebumen, korban sudah meninggal di dalam kendaraan,” jelas dr. Iwan.
Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa tragis itu terjadi saat korban bersama tim tengah menjalankan tugas kemanusiaan untuk mengamankan dan mengevakuasi ODGJ yang dinilai membahayakan lingkungan sekitar. Dalam proses evakuasi, korban diduga mengalami serangan menggunakan senjata tajam jenis clurit.
Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di RSDS Kabupaten Kebumen untuk penanganan lebih lanjut. Kabar duka tersebut pun cepat menyebar di lingkungan pemerintah daerah. Ucapan belasungkawa disampaikan kepada pimpinan daerah, termasuk Bupati Kebumen, Wakil Bupati Kebumen, dan Sekretaris Daerah.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,” demikian bunyi pesan duka yang beredar melalui pesan singkat dan grup WhatsApp.
Sementara itu, kondisi ODGJ yang diduga terlibat dalam insiden tersebut kini telah diamankan. Menurut dr. Iwan, pasien saat ini berada dalam fase akut, sudah mendapatkan penanganan awal, dikonsultasikan dengan dokter spesialis, dan direncanakan akan dirujuk ke rumah sakit rujukan untuk perawatan lanjutan.
“ODGJ sekarang sudah diamankan, dalam fase akut, sudah ditangani dan dikonsultasikan dengan dokter spesialis. Rencananya akan dirujuk ke rumah sakit rujukan untuk penanganan lebih lanjut sesuai kebutuhan medis,” terangnya.
Pihak Dinas Kesehatan Kebumen memastikan seluruh prosedur penanganan telah dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kebumen, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, membenarkan adanya informasi awal terkait kejadian tersebut. Namun, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh.
“Masih proses. Sementara informasi dari masyarakat seperti itu, masih kami cek fakta-faktanya,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi petugas di lapangan, khususnya dalam penanganan ODGJ yang membutuhkan pendekatan khusus serta pengamanan ekstra demi keselamatan semua pihak. (K24/ilham).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






















