KEBUMEN, Kebumen24.com – Mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa dilakukan sendiri. Kepolisian membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk para ulama, untuk menciptakan wilayah yang aman, nyaman, dan sejuk.
Dalam langkah strategis mempererat komunikasi, Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kebumen melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah tokoh agama di Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 29 Januari 2026.
“Kami melakukan silaturahmi agar Polri mendapatkan dukungan luas dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kebumen,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Senin (2/2/2026).
Rombongan yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman, Kasat Intelkam AKP Budi Santoso, dan Kasat Lantas AKP Edi Nugroho.
Kunjungan pertama dilakukan di rumah dinas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kebumen yang berada di Masjid Al-Mujahidin, Karanganyar. Di lokasi itu, Kapolres bersilaturahmi dengan K.H. Nursodik, Ketua MUI Kabupaten Kebumen.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Masjid Baitussyukur di Desa Kuwaru, Kecamatan Kuwarasan. Di sana, Kapolres bertemu dengan Gunardi, Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kebumen, beserta pengurus pondok pesantren.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres memperkenalkan diri sebagai pejabat baru yang memimpin Polres Kebumen dan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat para tokoh agama. Ia berharap komunikasi dan sinergi antara kepolisian dengan ulama terus terjaga.
“Dukungan para tokoh agama sangat penting agar situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Kebumen tetap kondusif,” kata Kapolres.

AKBP Putu menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat, khususnya pesantren dan tokoh agama, untuk menjaga keamanan, meningkatkan toleransi, dan menghormati perbedaan. Ia menilai pesantren memiliki peran strategis dalam membina akhlak, mental, dan pemahaman agama bagi para santri, sehingga dapat menjadi benteng terhadap potensi gangguan sosial maupun ideologi radikal.
“Sinergi antara aparat keamanan, masyarakat, dan lembaga pendidikan seperti pesantren perlu terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan ketenteraman di Kabupaten Kebumen,” pungkasnya.(kk24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






















