KEBUMEN, Kebumen24.com — Kabar duka menyelimuti warga Kabupaten Kebumen. Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kebumen berstatus non-ASN, berinisial MF, dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas evakuasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Kerakal, Kecamatan Alian, Senin, 2 Februari 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga meninggal dunia setelah mengalami luka akibat serangan senjata tajam jenis clurit dari ODGJ yang hendak dievakuasi. Peristiwa tragis itu terjadi saat korban bersama tim tengah melaksanakan tugas kemanusiaan untuk mengamankan ODGJ dari lingkungan warga.
Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen. Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai pihak, termasuk dari Bupati Kebumen, Wakil Bupati Kebumen, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen melalui pesan singkat dan grup WhatsApp.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,” demikian bunyi pesan duka yang beredar.
Saat ini, jenazah almarhum masih berada di RSDS Kabupaten Kebumen untuk penanganan lebih lanjut. Almarhum diketahui merupakan staf tenaga non-ASN yang bertugas di Satpol PP Kabupaten Kebumen.
Sementara itu, suasana duka juga terasa di lingkungan tempat tinggal korban di Dukuh Keposan, RW 05, Kelurahan Kebumen. Ketua RW 05, Budiarto, membenarkan kabar meninggalnya salah satu warganya tersebut.
Menurut Budiarto, informasi itu pertama kali diterima dari warga sekitar pukul 14.30 hingga 15.00 WIB. Setelah itu, warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak terkait untuk segera ditindaklanjuti.
“Informasi yang kami terima dari warga, peristiwa itu terjadi sekitar setengah tiga sampai jam tiga sore. Setelah itu langsung ada laporan dan ditindaklanjuti,” ujar Budiarto saat ditemui.
Ia menambahkan, pihak keluarga dan warga sekitar telah bersiap untuk proses pemakaman. Namun, hingga Selasa sore, waktu pemakaman masih menunggu keputusan dari keluarga.
“Jenazah sekarang ada di RSUD. Di rumah, dari keluarga dan warga juga sudah siap untuk menyambut kepulangan jenazah dan persiapan pemakaman. Tadi sempat ada pembicaraan mau dimakamkan besok sekitar jam sepuluh pagi, tapi masih musyawarah apakah malam ini atau besok,” jelasnya.
Di mata warga, almarhum dikenal sebagai sosok yang pendiam dan berperilaku baik.
“Orangnya itu pendiam, tidak banyak tingkah, dan pergaulannya baik. Di lingkungan juga tidak pernah ada masalah,” tutur Budiarto.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa almarhum diketahui tengah merencanakan pernikahan dalam waktu dekat. Bahkan, calon istri korban sempat datang ke rumah keluarga setelah mendengar kabar duka tersebut.
“Rencananya memang mau menikah dalam waktu dekat. Tadi calon istrinya juga sudah datang ke rumah untuk menyampaikan kabar bahwa korban mengalami musibah,” pungkasnya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kebumen, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, membenarkan adanya informasi awal terkait insiden tersebut. Namun, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut.
“Masih proses. Sementara informasi dari masyarakat seperti itu, masih kami cek fakta-faktanya,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan saksi serta melakukan penyelidikan guna memastikan kronologi kejadian secara utuh. Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi petugas di lapangan, khususnya dalam penanganan ODGJ yang membutuhkan pendekatan dan pengamanan ekstra demi keselamatan semua pihak.(K24/ilham).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






















