KEBUMEN, Kebumen24.com — Di tengah permukiman warga Desa Karangsari, Kecamatan Kebumen, berdiri sebuah pesantren yang terus tumbuh menjadi pusat pendidikan keagamaan berbasis nilai keilmuan dan pengamalan. Pondok Pesantren (Ponpes) Al Istiqomah, meski tergolong relatif muda, kini menjelma sebagai ruang pembinaan santri yang berakar kuat pada tradisi pesantren dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
Ponpes Al Istiqomah dirintis sejak tahun 2005 dan secara resmi berdiri pada 4 Juli 2016, bertepatan dengan rampungnya pembangunan asrama santri. Pesantren ini diasuh oleh KH. Johan Amru, S.Sos.I., Al-Hafidz, kiai muda yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren yang kuat dan berjenjang.
Sebelum mendirikan pesantren, KH. Johan Amru menimba ilmu di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy’ariyyah Wonosobo pada tahun 1993–1999 di bawah asuhan Al-Maghfurlah KH. Muntaha Al-Hafidz. Pendidikan beliau kemudian dilanjutkan di Pondok Pesantren Al-Munawir Krapyak Yogyakarta pada tahun 1999–2005, yang diasuh Al-Maghfurlah KH. Raden Muhammad Najib Abdul Qodir.
Berdirinya Ponpes Al Istiqomah berangkat dari kegelisahan sekaligus kebutuhan masyarakat akan pendidikan agama yang tidak hanya menekankan aspek keilmuan, tetapi juga pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai utama yang menjadi ruh pesantren ini merujuk pada dawuh para masyayikh pesantren:
“Ilmu iku kudu diamalke, amal iku kudu diilmuni.”
Falsafah tersebut menegaskan bahwa ilmu harus diamalkan untuk kemaslahatan, sementara setiap amal harus dilandasi ilmu agar tidak keluar dari tuntunan syariat.

Selain berangkat dari idealisme keilmuan, pendirian pesantren ini juga mendapat dukungan dan restu para ulama. Salah satunya dari Al-Maghfurlah KH. Qomari Abdurahman Wonoyoso, ulama kharismatik Kebumen yang merupakan guru sekaligus mertua KH. Johan Amru. KH. Qomari dikenal sebagai salah satu putra Syekh Abdurahman bin Abdul Kahfi Ats Tsani Al-Hasani Somolangu.
Dukungan penuh juga datang dari kedua orang tua KH. Johan Amru, yakni H. Winarto dan Hj. Istiqomah, yang menjadi penguat tekad agar pesantren ini senantiasa berjalan dalam ridha Allah SWT.
Seiring waktu, Ponpes Al Istiqomah berkembang pesat. Jumlah santri terus bertambah, berasal dari berbagai wilayah di Kebumen hingga luar Pulau Jawa. Saat ini, ratusan santri mukim dan nonmukim menimba ilmu di pesantren yang berdiri di tengah masyarakat tersebut.
Dari sisi sarana, Ponpes Al Istiqomah memiliki fasilitas yang cukup memadai, meliputi kantor sekretariat, asrama putra dan putri yang terpisah, serta fasilitas pendukung pembelajaran lainnya.
Dalam proses pendidikan, pesantren ini menerapkan berbagai metode, mulai dari tahfidz Al-Qur’an, pengajian kitab kuning, bimbingan ubudiyah dan akhlakul karimah, khitobah, pendidikan tepat guna, hingga kegiatan ekstrakurikuler penunjang.
Kegiatan pengembangan diri santri meliputi khitobah (latihan pidato), hadrah, maulid dan sholawat, pendalaman kitab kuning, pencak silat NU Pagar Nusa, serta Tilawatil Qur’an.

Ponpes Al Istiqomah mengusung visi membentuk santri yang “Berilmu Amaliyah, Beramal Ilmiyah, Berakhlakul Karimah, Berjiwa Quraniyah, dan Bermu’asyaroh Basyariah” dengan memadukan nilai iman dan takwa (imtaq) serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).
Visi tersebut dijabarkan dalam misi mencetak generasi Qurani yang berakhlakul karimah, menciptakan lingkungan pesantren yang bersih, nyaman, dan kondusif, serta menyiapkan santri agar religius dan mampu berkompetisi di era modern tanpa meninggalkan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Sejumlah prestasi pun berhasil ditorehkan, di antaranya Juara 1 Hadrah antar pelajar se-Kabupaten Kebumen, Juara 1 Hifdzil Qur’an PCNU Kebumen, serta penghargaan tiket umrah bagi santri berprestasi pada peringatan Hari Santri Nasional 2018.
Dengan komitmen mencetak santri yang berakhlak mulia, mandiri, aktif, kreatif, dan moderat, Ponpes Al Istiqomah terus berperan dalam mendukung terwujudnya Kebumen yang religius dan berkarakter. (K24/)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






















