PendidikanReligi

Pesantren Melek Zaman, Santri Al Istiqomah Karangsari Dilatih Public Speaking dan Penggunaan AI

1118
×

Pesantren Melek Zaman, Santri Al Istiqomah Karangsari Dilatih Public Speaking dan Penggunaan AI

Sebarkan artikel ini
Para santri Ponpes Al Istiqomah Karangsari mengikuti Pelatihan Literasi Digital dan Public Speaking Berbasis Akhlak Mulia sebagai upaya membentuk santri melek teknologi dan cerdas bermedia di era digital.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Istiqomah Karangsari, Kabupaten Kebumen, terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Hal tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Literasi Digital dan Public Speaking Berbasis Akhlak Mulia yang digelar selama empat hari, 22–25 Desember 2025.

Kegiatan ini mengusung tema “Membentuk Santri Berilmu, Percaya Diri, Melek Teknologi, Cerdas Bermedia, dan Berakhlak Mulia di Era Digital.” Tema tersebut menegaskan komitmen pesantren dalam mencetak santri yang tidak hanya kuat secara keilmuan agama, tetapi juga adaptif terhadap kemajuan teknologi informasi.

Pengasuh Ponpes Al Istiqomah Karangsari, KH. Johan Amru Alhafidz, menegaskan santri masa kini dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik, literasi digital yang kuat, serta adab yang luhur dalam bermedia.

“Santri hari ini tidak cukup hanya kuat dalam ilmu agama. Mereka juga harus cakap berkomunikasi, melek teknologi, serta beradab dalam bermedia. Literasi digital harus berjalan seiring dengan akhlakul karimah,” tegas KH. Johan Amru Alhafidz yang juga Ketua RMI PCNU Kebumen.

Rangkaian kegiatan diawali pada Senin (22/12) dengan tilawah Al-Qur’an yang dipimpin Nyai Hj. Siti Badi’atul Firdaus, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini menjadi fondasi spiritual sebelum santri menerima materi literasi digital dan komunikasi publik.

Pada Selasa (23/12), santri mendapatkan pembekalan Literasi Media Digital dan Jurnalistik di Era AI bersama Muhammad Tohri, Pimpinan Media Kebumen24.com. Materi menekankan pentingnya berpikir kritis, memahami dasar jurnalistik, menangkal hoaks, serta memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara bijak, etis, dan bertanggung jawab untuk konten dakwah serta edukatif.

“AI bisa menjadi alat bantu menulis, riset, hingga desain konten. Namun santri harus tetap memegang prinsip jurnalistik dan akhlak. AI adalah alat, bukan pengganti manusia,” jelas Tohri di hadapan para santri.

Muhammad Tohri, Pimpinan Media Kebumen24.com, menyampaikan materi literasi media, jurnalistik, dan pemanfaatan AI secara bijak kepada santri Ponpes Al Istiqomah Karangsari, Kebumen.

Pelatihan dilanjutkan pada Rabu (24/12) dengan materi Public Speaking dan MC bersama Rina Rohmatun Hidayah, M.Sos., Dosen IAINU Kebumen. Dalam sesi ini, santri dilatih tampil percaya diri, berkomunikasi santun, serta mampu menyampaikan gagasan secara efektif di ruang publik.

Puncak kegiatan digelar pada Kamis (25/12) melalui Kajian Fiqih Wanita yang disampaikan Nyai Hj. Siti Chalimatus Sa’diyah, S.Pd. Kajian tersebut menjadi penguatan nilai moral dan keilmuan santri dalam menyikapi tantangan sosial dan digital secara bijak. (K24/)*


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com