Kesehatan

Psikolog Ingatkan Bahaya Doom Scrolling Sebelum Tidur, Bisa Ganggu Kesehatan Mental

1620
×

Psikolog Ingatkan Bahaya Doom Scrolling Sebelum Tidur, Bisa Ganggu Kesehatan Mental

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi stres dan sulit tidur akibat kecanduan doom scrolling sebelum tidur. (Shutterstock/Prostock-studio)

KEBUMEN, Kebumen24.com– Pernah berniat hanya membuka media sosial sebentar sebelum tidur, namun tanpa sadar justru menghabiskan waktu berjam-jam menggulir layar? Fenomena ini dikenal dengan istilah doom scrolling, yaitu kebiasaan terus-menerus membaca atau menonton berita serta konten negatif secara daring.

Sekilas terlihat sepele, tetapi kebiasaan ini dapat membawa dampak serius, terutama pada kesehatan mental. Apalagi, aktivitas ini kerap dilakukan pada malam hari menjelang tidur.

Kebiasaan yang Sulit Dihentikan

Psikolog Klinis sekaligus Praktisi dan Edukator isu kesehatan mental, Dra. Tika Bisono, MPsiT., Psikolog, menyebut doom scrolling kini menjadi salah satu penyebab meningkatnya stres, kecemasan, hingga kelelahan emosional di era digital.

“Salah satu kebiasaan yang sulit dilepas sekarang ini adalah doom scrolling. Biasanya dilakukan pada malam hari saat mau tidur atau ketika stres. Begitu membuka konten di media sosial, rasanya sulit berhenti,” ujar Tika dalam Webinar Fenomena Kesepian Pada Perantau: Bagaimana Mengatasinya, Sabtu (4/10/2025).

Ia menambahkan, seharusnya malam hari menjadi waktu tubuh beristirahat. Namun, banyak orang justru menghabiskan waktu menatap layar ponsel. Paparan cahaya biru dari gawai menekan produksi hormon melatonin, hormon yang berperan penting dalam mengatur pola tidur. Akibatnya, seseorang menjadi sulit tidur, mudah lelah, dan rentan stres meskipun layar sudah dimatikan.

Dampak Negatif bagi Mental

Tika menekankan, efek buruk doom scrolling tidak hanya pada pola tidur, melainkan juga kondisi psikologis.

“Ketika doom scrolling, kita bisa melihat berita negatif yang menyedot energi. Akhirnya muncul perasaan sedih, cemas, bahkan marah,” jelasnya.

Konten negatif seperti berita bencana, konflik, hingga isu sosial dapat membuat otak berada pada kondisi siaga, mirip stres kronis. Otak memproses informasi negatif seolah ancaman nyata, sehingga seseorang terus merasa waspada.

Kondisi ini membuat individu terjebak dalam lingkaran kecemasan. Saat ingin mencari tahu lebih banyak informasi, justru semakin banyak konten yang memperburuk suasana hati. “Sekilas terlihat seperti upaya mengikuti perkembangan informasi, padahal tanpa sadar justru menjebak mental dalam kecemasan,” terang Tika.

Mengapa Sulit Dihentikan?

Secara psikologis, doom scrolling memiliki karakter mirip perilaku adiktif. Otak mendapatkan sensasi kepuasan sesaat setiap kali menemukan informasi baru. Namun, rasa puas itu cepat hilang dan digantikan dengan rasa ingin tahu lebih banyak.

“Buka media sosial terasa seperti kebutuhan, padahal seringkali hanya karena gelisah. Semakin sering dilakukan, semakin sulit dihentikan,” ungkap Tika.

Kebiasaan ini kerap muncul di malam hari. Suasana yang tenang membuat seseorang lebih fokus pada pikiran dan perasaan. Saat kesepian atau stres, ponsel dijadikan pelarian untuk mencari distraksi, meski justru memperburuk kecemasan.

Cara Mengurangi Doom Scrolling

Untuk menjaga kesehatan mental, Tika menyarankan membatasi penggunaan gawai terutama sebelum tidur. “Sebaiknya, sejam sebelum tidur hindari memegang gawai. Sisihkan waktu untuk melepaskan diri dari layar agar tidak kecanduan doom scrolling,” ujarnya.

Alternatif sederhana seperti membaca buku, menulis jurnal, atau melakukan latihan pernapasan bisa menjadi kegiatan pengganti sebelum tidur. Hal ini membantu pikiran lebih tenang dan tubuh mendapatkan istirahat optimal.

Selain itu, jeda dari gawai dapat menjadi bentuk self-care. Tidur cukup, mengurangi paparan berita negatif, serta menetapkan waktu bebas layar penting untuk menjaga keseimbangan emosi. Dengan istirahat digital yang cukup, seseorang akan merasa lebih fokus, bahagia, dan siap menghadapi aktivitas esok hari.(k24/*).

Sumber: Kompas.com


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.