KEBUMEN, Kebumen24.com – Mengubah masalah pertanian menjadi peluang ekonomi, itulah yang dilakukan Kepala Desa Tegal Sari, Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen Dengan kreativitasnya, ia berhasil mengubah hama keong yang kerap merusak sawah menjadi pakan alternatif untuk budidaya ikan lele.
Di halaman rumahnya, yang disulap menjadi kolam ikan, Arief memanfaatkan bambu sebagai konstruksi kolam, menggantikan besi yang biasanya digunakan.
“Ini ramah lingkungan dan hemat biaya. Fokus kami adalah menyelesaikan masalah, tapi dari masalah itu juga bisa menghasilkan uang,” ujar Arief saat ditemui di lokasi, Jumat 3 Oktober 2025.
Permasalahan utama yang sering dihadapi petani di desa ini adalah hama keong. Setiap musim tanam, banyak petani mengeluhkan serangan keong yang merusak tanaman. Dari masalah ini, Arief menemukan solusi ganda, yaitu mengatasi hama sekaligus memberi peluang ekonomi bagi masyarakat. Keong yang dikumpulkan petani dibeli, kemudian dipelihara untuk dijadikan pakan lele.
“Setiap sore, petani bisa membawa keong ke sini. Kami membeli per kilo, sehingga mereka tetap mendapat penghasilan sambil membantu menjaga pertanian tetap aman,” terang Arief.

Menurutnya, metode ini tidak sepenuhnya bergantung pada pakan buatan; ikan lele juga mendapatkan pakan alami dari keong dan limbah lainnya, sehingga biaya pakan lebih hemat.
Inovasi ini menjadi contoh bagaimana pendekatan sederhana namun kreatif dapat menyelesaikan masalah pertanian sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
“Ini baru permulaan. Ke depannya, kami berharap metode ini bisa diterapkan secara lebih luas di desa-desa lain,” tambah Arief.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















