KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Wonoharjo, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, menggelar Mini Expo meriah dalam rangka memperingati Hari Kopi Internasional pada Rabu (1/10/2025). Bertempat di Joglo Lemungsur, Dukuh Lemungsur, acara ini menjadi etalase potensi desa, khususnya produk kopi dan wisata berbasis kearifan lokal.
Mini Expo ini dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, bersama sejumlah tokoh penting, di antaranya anggota DPRD Kebumen Aditya Wisnu Bayu Aji, Asisten Pemerintahan Sekda R Agung Pambudi, pimpinan OPD, Forkopimcam Rowokele, Kepala Desa Wonoharjo, para kepala desa se-Kecamatan Rowokele, Ketua Pokdarwis Wonoharjo, Rektor UNIMUGO, pelaku UMKM, industri kreatif, hingga warga desa.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis menegaskan bahwa Mini Expo bukan sekadar perayaan, melainkan juga panggung promosi produk unggulan desa, tempat bertukar ilmu, sekaligus wadah jejaring para petani dan pelaku UMKM.
“Karenanya, gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menjalin kemitraan, menerima masukan, dan berinovasi,” pesannya.
Usai memberikan sambutan, Bupati Lilis berkesempatan mencicipi kopi asli Wonoharjo dan berkeliling area Joglo Lemungsur, mulai dari area makan, homestay, hingga dapur tradisional. Puncak acara ditandai dengan launching De Hardjo Coffee Robusta dan Tour de Joglo Lemungsur yang ditandai pemukulan gong oleh Bupati.

Kepala Desa Wonoharjo, Sri Budi, mengaku bangga desanya menjadi tuan rumah kegiatan ini. Ia berharap Wonoharjo dapat berkembang lebih baik ke depan.
“Inilah Desa Wonoharjo, meski pegunungan jalannya sulit, tapi insya Allah di bawah kepemimpinan Bupati Lilis Nuryani, desa kami akan semakin maju,” ujarnya.
Sri Budi juga menyinggung pentingnya percepatan pembangunan jalan lingkar utara yang telah dirintis.
Joglo Lemungsur sendiri memiliki sejarah panjang. Diresmikan pada 2019 oleh Bupati Yazid Mahfudz, awalnya joglo ini menjadi bagian dari program pendampingan petani organik dengan produk unggulan kopi, gula semut, minyak kelapa, hingga beras. Setelah pandemi COVID-19, pengelolaannya diserahkan kepada Pemerintah Desa Wonoharjo bersama Pokdarwis setempat.
Kini, Desa Wonoharjo kian dikenal berkat lanskap perbukitan asri, sumber air melimpah, serta hasil alam yang melimpah seperti kayu, cengkeh, kopi, padi, gula kelapa, hingga buah-buahan tropis. Keunikan desa ini juga tercermin dari keragaman agama, di mana komunitas Buddha dengan tiga viharanya hidup rukun berdampingan dengan masyarakat Muslim.
Saat ini, Pokdarwis Wonoharjo tengah melakukan riset bertema pembangunan branding wisata desa melalui konsep experience best tourism dan optimalisasi produk kopi. Mereka berharap Wonoharjo bisa menjadi bagian dari Geopark Kebumen yang telah berstatus UNESCO Global Geopark (UGGp).(K24/ILHAM).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















