PemerintahanPendidikanReligi

Ajak Santri Jaga Kondusifitas Pasca Demo Anarkis, Bupati Kebumen Bersama Forkopimda Silaturahmi ke Pondok Pesantren

1514
×

Ajak Santri Jaga Kondusifitas Pasca Demo Anarkis, Bupati Kebumen Bersama Forkopimda Silaturahmi ke Pondok Pesantren

Sebarkan artikel ini
Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama Forkopimda disambut hangat pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Gus Afif, saat kunjungan silaturahmi, Selasa (2/9/2025). Foto: Kebumen24.com

KEBUMEN, Kebumen24.com – Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama jajaran Forkopimda, termasuk Dandim dan Kapolres, serta pimpinan DPRD, melakukan kunjungan ke sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Kebumen, Selasa (2/9/2025).

Kunjungan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus mengajak para ulama dan santri untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban pasca aksi unjuk rasa yang berujung anarkis di Gedung DPRD beberapa hari lalu.

Rombongan memulai kunjungan di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, pondok pesantren tertua di Asia Tenggara. Kedatangan mereka disambut hangat oleh pengasuh ponpes, KH Afifudin Chanif Al Hasani, atau Gus Afif.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lilis menyoroti fakta bahwa sebagian besar peserta aksi anarkis adalah remaja yang belum memahami tujuan dan risiko dari tindakan mereka.

“Banyak yang masih anak-anak, Gus Afif. Mereka belum tahu apa yang jadi tuntutan. Istilahnya melakukan tindakan tanpa tahu tujuan dan risikonya,” jelas Bupati Lilis.

Menanggapi hal ini, Gus Afif menegaskan bahwa santri di pondoknya memiliki aturan ketat, termasuk larangan keluar malam. Bupati Lilis pun mengimbau seluruh warga Kebumen untuk memahami pentingnya menjaga ketertiban.

Kunjungan dilanjutkan ke Pondok Pesantren Al Falah Sumberadi, yang disambut Gus Ulvi Musyaffa’ dan KH Faiq Musyaffa’. Gus Ulvi memastikan santri di ponpesnya tidak terlibat aksi unjuk rasa.

“Insyaallah santri kami tidak ada yang ikut demo. Penjagaan di sini ketat,” tegas Gus Ulvi. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen ponpes untuk bersinergi dengan pemerintah.

“Di sini kita berkumpul untuk menyatakan sinergitas agar Kebumen damai, aman, tenteram, dan sejahtera. Tidak ada kerusuhan lagi, tidak ada demo lagi. Kita bersama-sama menjaga kondusifitas dan saling merangkul,” imbuhnya.

Selanjutnya, rombongan menuju Pondok Pesantren Al Huda Jetis Kutosari, disambut pengasuh KH Wahib Machfudz. Gus Wahib menyampaikan keprihatinannya atas aksi anarkis dan mengajak masyarakat tetap menjaga kondusifitas.

“Menyampaikan aspirasi boleh, tapi jangan terprovokasi oleh kelompok yang tidak menginginkan perdamaian hingga berujung anarkis,” imbaunya. Ia menambahkan bahwa tindakan anarkis tidak mencerminkan identitas warga Kebumen yang terkenal dengan slogannya, “Kebumen Beriman.”

Selain tiga pondok pesantren tersebut, Bupati dan Forkopimda juga bersilaturahmi ke kediaman KH Muntaha Mahfudz (Pengasuh Ponpes Salafiyah Wonoyoso) dan KH Nashiruddin Al Mansyur (Pengasuh Ponpes At Taqwa Jetis), untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.