KEBUMEN, Kebumen24.com – Suasana tegang menyelimuti kawasan Gedung DPRD Kebumen, Sabtu (30/8/2025) sore. Ratusan massa berpakaian serba hitam menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa spanduk berisi tuntutan keras seperti “Makzulkan Gibran,” “Turunkan Pajak,” hingga “Bubarkan DPR.” Aksi tersebut sontak menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.
Kericuhan pecah ketika massa mulai melempari halaman gedung DPRD dengan batu dan botol plastik berisi air. Bahkan, sejumlah tanaman hias di sekitar lokasi aksi turut dicabut. Situasi yang memanas membuat aparat keamanan memperketat penjagaan. Sejumlah personel TNI dan Polri bersiaga di pintu gerbang gedung DPRD untuk mengantisipasi bentrokan dan menjaga ketertiban.
Meski sempat memanas, aksi berhasil dibubarkan pada pukul 18.30 WIB. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi terkait kerusakan maupun korban akibat insiden tersebut.
Sementara itu, Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith menyebut aksi awalnya berjalan cukup tertib. Namun, kericuhan terjadi setelah massa dari kelompok pelajar yang diduga terafiliasi anarko bergabung.
“Aksi mahasiswa berjalan tertib, namun setelahnya ada kelompok pelajar yang melakukan tindakan anarkis. Alhamdulillah, kami bersama jajaran Polres, Kodim, dan dibantu Wakil Bupati serta Ketua DPRD bisa mengamankan Gedung DPRD. Tidak ada pembakaran, meski sempat terjadi pelemparan,” jelasnya.
Sebanyak 350 personel gabungan TNI-Polri diterjunkan untuk mengendalikan situasi. Aparat keamanan masih tetap bersiaga guna memastikan kondisi benar-benar kondusif.
“Kami imbau masyarakat Kebumen tidak mudah terprovokasi. Mari jaga kondusivitas daerah kita yang selama ini adem, ayem, dan aman,” tambah Kapolres.(K24/ILHAM).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















