KEBUMEN, Kebumen24.com – Isu soal tiket masuk bagi pelajar di ajang Kebumen Fest 2025 ramai diperbincangkan di media sosial. Bahkan sempat beredar kabar adanya sweeping makanan hingga larangan membawa bekal. Menanggapi hal tersebut, panitia bersama Pemkab Kebumen akhirnya buka suara.
Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kominfo, Wahyu Siswanti, didampingi Plt Kepala Disdikpora, Agus Sunaryo, serta Koordinator Kebumen Fest, Haryono Wahyudi, saat menggelar konferensi pers di Co Working Space Sekda Kebumen, Jumat (29/8/2025). Ditegaskan informasi yang beredar di TikTok tersebut tidak benar.
Wahyu Siswanti memastikan, pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah bebas masuk ke area Kebumen Fest tanpa dipungut biaya, sejak pukul 08.00 pagi hingga 21.00 malam.
“Selama mereka masih berseragam sekolah, boleh masuk gratis tanpa harus menunjukkan kartu identitas,” tegas Wahyu.
Agus Sunaryo menambahkan, aturan ini bahkan lebih longgar dibanding tahun sebelumnya. Jika dulu ada pembatasan waktu hingga sore hari, kini siswa berseragam tetap diperbolehkan masuk hingga malam.
“Sampai saat ini tidak ada laporan sekolah dipungut biaya. Kalau dulu jam 3 sore sempat ada pembatasan, sekarang tidak ada lagi,” jelasnya.
Soal isu siswa patah tulang, Wahyu meluruskan bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan saat bermain di arena skateboard, bukan akibat desakan massa. “Sudah ditangani rumah sakit, ditanggung BPJS, dan kini anak tersebut sudah pulang ke rumah,” katanya.

Terkait isu sweeping makanan, Agus menegaskan hal itu tidak benar. Anak-anak tetap diperbolehkan membawa bekal dari rumah. Pemeriksaan barang bawaan hanya berlaku di area konser malam hari untuk alasan keamanan.
“Anak-anak bawa apa saja tetap boleh. Tidak ada sweeping. Yang diperketat hanya di area konser karena ruangannya tertutup dan berpendingin udara,” terang Agus.
Sejumlah perwakilan sekolah juga memberikan kesaksian langsung.
- Akhmad Makhsus, Waka Kesiswaan MAN 2 Kebumen, mengatakan desakan di pintu masuk semata karena hujan dan kedatangan siswa bersamaan.
- Lina Kamilia, guru TK Aisyiyah Desa Jatimulyo, menegaskan tidak ada unsur wajib datang maupun pungutan.
- Sutarno, guru SDN Pandansari Sruweng, memastikan murid-muridnya bisa masuk dengan bekal dari rumah tanpa ada sweeping.
Hal senada disampaikan Niken, guru KB IT Ibnu Abbas Kebumen, yang hadir bersama 41 siswa dan 7 guru pendamping. “Kami tidak diminta iuran. Semua gratis dan berjalan lancar, hanya di pintu masuk agak ramai,” ujarnya.

Koordinator Kebumen Fest, Haryono Wahyudi, menegaskan bahwa acara tahunan ini tidak hanya menyuguhkan expo dan konser musik, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Transaksi kuliner di area FnB rata-rata tembus Rp200–300 juta per hari. Jumlah pengunjung expo mencapai 10 ribu orang setiap hari, sedangkan konser malam minimal dihadiri 6 ribu penonton,” ungkap Haryono.
Dengan klarifikasi ini, panitia berharap masyarakat tidak lagi termakan isu yang menyesatkan. “Kebumen Fest adalah ruang kreasi, edukasi, dan ekonomi. Semua pelajar bisa hadir tanpa pungutan, asalkan berseragam sekolah,” tutup Haryono.(K24/ILHAM).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















