PemerintahanPERISTIWA

Diterjang Gelombang Tinggi, 15 Kapal Nelayan di Ayah Rusak Parah: Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah

992
×

Diterjang Gelombang Tinggi, 15 Kapal Nelayan di Ayah Rusak Parah: Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah

Sebarkan artikel ini
Sejumlah petugas gabungan bersama nelayan setempat melakukan evakuasi kapal nelayan yang terdampar di pesisir Pantai Pasir, Kecamatan Ayah, Rabu (30/7/2025). Cuaca ekstrem menyebabkan belasan kapal mengalami kerusakan parah.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Cuaca ekstrem kembali melanda perairan selatan Kebumen. Sebanyak 15 kapal nelayan rusak parah akibat diterjang gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasir, Desa Pasir, Kecamatan Ayah, pada Selasa (29/7/2025) sore. Total kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp770 juta.

Menurut keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, peristiwa terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Gelombang laut yang mencapai ketinggian ekstrem memaksa para Anak Buah Kapal (ABK) meninggalkan kapal mereka di tengah laut sehari sebelumnya, yakni pada Senin (28/7/2025).

“Kondisi ombak sangat tinggi, kapal tidak bisa bersandar. ABK akhirnya memilih meninggalkan kapal di tengah laut demi keselamatan. Selasa pagi, hanya lima kapal yang masih bisa terlihat dari pantauan,” ujar Heri Purwanto, Humas BPBD Kebumen, Rabu (30/7/2025).

Dari 15 kapal yang terdampak, dua di antaranya ditemukan dalam kondisi hancur di kawasan Pantai Pecaron. Sementara lima kapal lainnya masih terpantau di tengah laut dan tengah dalam proses penarikan. Sisanya, delapan kapal masih dalam pencarian.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materil cukup signifikan. Setiap kapal ditaksir mengalami kerusakan senilai Rp45 juta. Ditambah dengan kerusakan lainnya, total kerugian mencapai sekitar Rp770 juta.

Penanganan darurat hingga kini terus dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Kebumen, SAR Lawet Perkasa, pengelola TPI Pasir, Pemerintah Desa Pasir, relawan Destana, serta masyarakat sekitar. Namun, kondisi cuaca yang belum stabil masih menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.

“Kami juga telah mengajukan dukungan logistik tambahan guna menunjang operasi penarikan kapal,” tambah Heri.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung dengan pengawasan ketat untuk memastikan keselamatan tim di lapangan.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca