ARTIKELPendidikanReligi

Man Jadda Wajada: Kunci Sukses Melalui Ilmu dan Kesungguhan

1071
×

Man Jadda Wajada: Kunci Sukses Melalui Ilmu dan Kesungguhan

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi Ai

KEBUMEN – Habib Zein bin Ibrahim bin Smith, seorang ulama besar asal Betawi, menulis sebuah kitab ringkas namun padat makna berjudul Man Jadda Wajada. Kitab setebal 22 halaman ini berisi nasihat-nasihat inspiratif tentang pentingnya ilmu dan semangat dalam mencarinya.

Kitab ini terbagi menjadi beberapa bab, antara lain: Muqaddimah, Keutamaan Ilmu dan Ahlinya, Ilmu Diperoleh dengan Sungguh-sungguh, Perjalanan Mencari Ilmu, Keutamaan Mencatat Ilmu dan Menulis Kitab, serta Perjuangan Ulama Salaf untuk Mendapatkan Ilmu.

Meski pendek, isi kitab ini sangat berbobot. Ia disusun dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, disertai dengan analogi-analogi yang membumi. Tak heran jika Man Jadda Wajada sangat direkomendasikan bagi para santri, pelajar, maupun siapa saja yang ingin terus belajar.

Sekilas tentang Habib Zein bin Smith

Habib Zein lahir di Jakarta pada tahun 1357 H atau 1936 M dari keluarga religius yang kuat dalam tradisi keilmuan dan keislaman. Sejak kecil, ia telah mendapatkan pendidikan dasar langsung dari orang tuanya, terutama dalam hal akhlak dan adab.

Ia juga aktif menghadiri majelis ilmu, termasuk majelis Ahad pagi yang diasuh oleh Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi di Kwitang, Jakarta Pusat.

Pada usia 14 tahun, atas dorongan dan restu ayahnya, ia berangkat ke Tarim, Hadramaut – sebuah kota legendaris sebagai pusat ilmu Islam – untuk memperdalam ilmu agama. Di sana, ia belajar selama puluhan tahun, tidak hanya di satu tempat, tetapi berpindah-pindah demi mengasah keilmuannya.

Dedikasinya terhadap ilmu tak pernah surut, bahkan di usia senja. Habib Zein terus belajar, menulis, dan mengajar. Di antara karya-karyanya yang terkenal adalah:

  • Al-Manhaj as-Sawiy
  • Syarh Ushul Thariqah as-Sadah al-Ba’Alawi
  • Hidayah ath-Thalibin Fi Bayan Muhimmat ad-Din
  • Al-Ajwibah al-Ghaliyah Fi ‘Aqidah al-Firqah an-Najiyah
  • Al-Futuhat ‘Aliyyah Fi al-Khutbah al-Mimbariyyah
  • Fatawa al-Fiqhiyah, dan masih banyak lagi.

Man Jadda Wajada: Semangat dalam Mencari Ilmu

Salah satu analogi yang menarik dalam kitab ini dikutip dari Fathu al-Musholli:

“Bukankah orang yang sakit jika tidak makan, tidak minum, dan tidak berobat, maka ia akan mati? Ya, tentu. Begitu pula hati, jika tidak mendapat asupan hikmah dan ilmu selama tiga hari, maka hatinya akan mati.”

Habib Zein juga mengangkat makna mendalam dari doa sapu jagat:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

Menurut Imam Hasan al-Bashri (dan juga Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin), yang dimaksud kebaikan di dunia adalah ilmu dan ibadah, sedangkan kebaikan di akhirat adalah surga.

Artinya, untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, seseorang harus memohon ilmu dan kekuatan ibadah. Tanpa ilmu, ibadah tidak akan berkualitas. Karena itu, penting memahami mana yang wajib, sunah, rukun, syarat, hingga perkara yang membatalkan ibadah.

Sebuah Filosofi Perjuangan

Pepatah Arab yang menjadi judul kitab ini berbunyi:

مَنْ جَدَّ وَجَدَ
“Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil.”

Filosofi ini menegaskan bahwa keberhasilan hanya bisa diraih melalui perjuangan yang sungguh-sungguh. Seperti proses panjang untuk menyajikan sepiring nasi: dari mengolah sawah, menanam, merawat, memanen, menjemur, menggiling, hingga akhirnya dimasak.

Tak ada hasil instan. Apa yang kita nikmati hari ini adalah buah dari kerja keras yang panjang. Dalam istilah Jawa: “sepira gede usahamu, semono ugo asilmu” – sebesar usahamu, sebesar itu pula hasilmu.

Kisah-kisah Ulama Salaf

Kitab Man Jadda Wajada juga memuat kisah-kisah perjuangan para ulama terdahulu yang menggugah hati. Diceritakan, Syekh Abu Ishaq as-Syirazi pernah mengulang pelajarannya hingga 1.000 kali, sedangkan Sayyid Ahmad bin Zain al-Habsyi mengulang hingga 25 kali.

Kisah-kisah tersebut menunjukkan betapa besar kesungguhan para ulama salaf dalam menuntut ilmu. Semangat mereka adalah cermin bagi siapa pun yang ingin meraih ilmu dan kebaikan hidup.

Penutup

Kitab Man Jadda Wajada adalah bacaan singkat yang kaya hikmah. Bukan hanya bagi santri dan pelajar, tetapi juga siapa saja yang sedang meniti jalan perjuangan – baik dalam belajar, bekerja, maupun berjuang dalam kehidupan.

Dengan semangat “barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkan,” kitab ini menjadi pengingat bahwa tak ada hasil tanpa usaha, dan tak ada keberkahan tanpa ilmu.

Wallahu a’lam bish shawab.

Identitas Kitab

  • Judul: Man Jadda Wajada
  • Penulis: Habib Zein bin Ibrahim bin Smith
  • Penerbit: Maktabah Darul Karim (Kediri-Indonesia)
  • Tebal: 22 halaman

Sumber: NU Online Jatim


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.