PemerintahanSOSIAL

Haru dan Kepedulian: Bupati Lilis Nuryani Kunjungi Pasutri Disabilitas di Alian, Beri Dukungan dan Harapan Hidup Lebih Baik

1134
×

Haru dan Kepedulian: Bupati Lilis Nuryani Kunjungi Pasutri Disabilitas di Alian, Beri Dukungan dan Harapan Hidup Lebih Baik

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com — Potret ketulusan dan kepedulian kembali ditunjukkan Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat menyambangi rumah pasangan disabilitas di Dukuh Sarwodadi, Desa Kemangguan, Kecamatan Alian, Jumat pagi (16/5/2025). Ia datang bukan sekadar menjenguk, namun membawa harapan baru dan kasih sayang bagi Suratmin (55) dan istrinya Rusdiantari (32), yang sama-sama hidup dalam keterbatasan fisik dan ekonomi.

Suratmin menderita polio sejak usia satu tahun, sedangkan istrinya, Rusdiantari, mengidap celebral palsy atau lumpuh otak. Kondisinya semakin memburuk setelah melahirkan secara caesar pada 2021. Sejak itu, Tari — begitu ia disapa — hanya bisa terbaring di tempat tidur, tanpa bisa melakukan aktivitas apa pun.

Di tengah kondisi sulit itu, Suratmin tetap gigih menghidupi keluarganya dengan menjahit meski pesanan kini makin sepi. Ia juga harus merawat anak semata wayangnya, Nadya Humaira Azzhara, yang masih berusia empat tahun.

Kehadiran Bupati Lilis di rumah sederhana mereka disambut penuh kehangatan. “Alhamdulillah kita bisa bertemu lagi, Pak Suratmin. Kalau tidak salah, dulu kita pernah jumpa di acara makan siang bareng biyunge di Pendopo ya?” sapa Bupati ramah, membuka percakapan dengan senyuman tulus.

Dalam dialog singkat, Bupati turut menanyakan kondisi ekonomi keluarga. Mendengar usaha jahit sedang lesu, ia memberikan semangat. “Bismillah, tetap sabar dan terus berusaha. Insya Allah rezeki akan datang dengan cara-Nya yang indah,” ucapnya menenangkan.

Bupati juga menyempatkan diri masuk ke kamar melihat langsung kondisi Rusdiantari. Dengan lembut ia menggenggam tangan Tari, memberikan semangat dan motivasi agar tidak menyerah. Tak lupa, bantuan kemanusiaan berupa susu, popok, pakaian, dan bahan makanan dalam jumlah banyak diserahkan sebagai bentuk perhatian.

“Ibu Tari ini ternyata sudah mengalami lumpuh otak sejak sebelum menikah, dan makin parah setelah melahirkan pada 2021. Sekarang untuk duduk saja sakit, apalagi berdiri,” tutur Bupati dengan mata berkaca-kaca.

Ia memastikan pemerintah daerah hadir dan bertindak cepat. “Kami berkomitmen untuk mendatangkan petugas medis dari Puskesmas Alian secara rutin agar Bu Tari tetap mendapat perawatan dan terapi setiap bulannya,” tegasnya.

Tak hanya soal kesehatan, Bupati juga menyoroti masa depan putri kecil pasangan ini. Ia menyampaikan gagasan agar pemerintah ikut serta menjadi ‘orang tua asuh’ bagi Nadya.

“Kita harus memastikan hak-hak Nadya terpenuhi. Pendidikan, kesehatan, dan kebutuhannya harus dijamin. Kalau ingin sekolah di pondok pesantren, nanti bisa kami bantu. Kami punya yayasan yang bisa memfasilitasi pendidikan gratis,” ujar Bupati, memberi harapan.

Suratmin, dengan mata berkaca-kaca, mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan perhatian Bupati. “Saya sangat bersyukur, pemerintah benar-benar hadir dan peduli. Harapannya, teman-teman disabilitas lain juga bisa mendapatkan perhatian serupa,” ungkapnya haru.

Kisah Suratmin dan Rusdiantari menjadi pengingat bahwa di balik kesulitan, masih ada cahaya harapan. Dengan dukungan pemerintah dan empati bersama, mereka tak lagi sendiri dalam menghadapi kehidupan.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.