KEBUMEN, Kebumen24.com — Harga kelapa di Pasar Tumenggungan, Kebumen, meroket tajam dalam beberapa pekan terakhir. Jika sebelumnya dijual seharga Rp10.000 hingga Rp15.000 per butir, kini harga kelapa menembus angka Rp15.000 hingga Rp18.000 per butir, tergantung ukuran. Lonjakan harga ini dikeluhkan para pedagang karena dibarengi dengan kelangkaan pasokan.
Ahmad, salah satu pelaku usaha penggilingan kelapa di Pasar Tumenggungan, menyebutkan bahwa harga kelapa parut juga turut terdampak. Dari semula Rp25.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp35.000 per kilogram.
“Kalau ukuran sedang harganya Rp15 ribu, yang besar bisa sampai Rp18 ribu per butir. Kenaikan harga ini sudah terjadi sejak Lebaran kemarin,” ujar Ahmad saat ditemui di lapaknya, Selasa 22 April 2025.
Menurutnya, kelangkaan stok menjadi faktor utama kenaikan harga. Bahkan pasokan dari daerah langganan seperti Karangsambung kini sulit didapat. Kondisi ini berdampak langsung pada jumlah penjualan yang menurun drastis.
“Biasanya saya bisa menjual lebih dari 500 butir kelapa per hari. Tapi sekarang, karena stok susah dan harga mahal, paling hanya sekitar 300 butir. Pembeli juga banyak yang mengeluh,” tambahnya.
Selain persoalan pasokan, kelangkaan kelapa di dalam negeri juga diduga dipicu oleh meningkatnya permintaan ekspor. Harga kelapa yang tinggi di pasar internasional membuat banyak pelaku usaha memilih mengekspor, alih-alih menjual di pasar lokal dengan margin yang lebih rendah.
Situasi ini menimbulkan keresahan di kalangan pedagang dan konsumen. Ahmad berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan kelapa di pasar dalam negeri.
“Kelapa itu kebutuhan pokok, apalagi buat ibu-ibu yang masak setiap hari. Harapan kami, harga bisa kembali normal dan pemerintah memberikan perhatian serius,” pungkasnya.(K24/Ilham).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















