EkonomiKuliner

Lontong Sate Bu Suparmi, Legenda Kuliner Gombong Sejak Era Soeharto: Dari Sepeda Ontel ke Alun-Alun Manunggal

801
×

Lontong Sate Bu Suparmi, Legenda Kuliner Gombong Sejak Era Soeharto: Dari Sepeda Ontel ke Alun-Alun Manunggal

Sebarkan artikel ini

GOMBONG, Kebumen24.com – Di tengah geliat kuliner modern, nama Bu Suparmi tetap harum sebagai legenda kuliner lokal Gombong. Wanita 56 tahun asal Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen ini, telah berjualan lontong sate ayam sejak sekitar tahun 1994, atau tepatnya di masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Tak banyak yang tahu, perjalanan kulinernya dimulai dari langkah kecil namun penuh tekad dan ternyata sudah lebih dari tiga dekade. Awalnya, Bu Suparmi berjualan lontong sate keliling menggunakan sepeda ontel. Dengan semangat tinggi dan harga yang terjangkau, ia menawarkan lontong sate kepada warga sekitar. Kala itu, Bu Suparmi masih remaja dan belum menikah.

Setelah bertahun-tahun menggeluti jualan sate, kini Bu Suparmi memilih untuk mangkal di sekitar Alun-Alun Manunggal Gombong. Setiap hari, ia berhasil menjual sekitar 150 tusuk sate atau 15 bungkus lontong sate, dengan harga Rp 10.000 per bungkus. Usahanya dimulai dari pukul 06.00 pagi hingga 12.00 siang, dan selalu dipenuhi pelanggan setia.

“Alhamdulillah, meskipun hasilnya tidak selalu besar, saya bersyukur bisa membangun rumah dan menyekolahkan anak-anak saya. Intinya jualan itu harus dengan tekun dan semangat. Meskipun banyak tantangan, saya tidak pernah menyerah,” ungkap Bu Suparmi saat ditemui pada Minggu, 20 April 2025.

Cita rasa yang konsisten dan harga yang bersahabat membuat pembelinya tak enggan memuji. Salah satunya, Komariyah yang memuji kualitas dan rasa lontong sate Bu Suparmi.

“Rasanya enak banget, bumbunya khas. Dan harganya terjangkau, cocok buat makan siang yang mengenyangkan,”ujarnya kepada wartawan.

Kisah perjuangan Bu Suparmi adalah contoh nyata dari ketekunan dan semangat wirausaha yang tak kenal lelah. Meski perjalanan panjang penuh suka dan duka, ia tetap optimis dan bangga dengan hasil jerih payahnya.

Lontong sate Bu Suparmi kini bukan hanya sekadar kuliner yang menggugah selera, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tetap ulet dan pantang menyerah dalam berusaha.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca