KEBUMEN, Kebumen24.com – Momen Lebaran selalu menjadi waktu yang dinanti-nanti masyarakat, bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga untuk meningkatkan mobilitas. Salah satu sektor yang merasakan dampak positif dari tingginya pergerakan masyarakat adalah bisnis rental mobil.
Juniadi Prasetyo, pemilik Radja Rental Mobil yang berlokasi di Jalan Panjaitan, Gang Belitung, Kelurahan Bumirejo, Kebumen, mengungkapkan bahwa permintaan sewa mobil pada tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun ini pemesanan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Permintaan meningkat meskipun jumlah unit yang kami sediakan lebih sedikit,” ujar Juniadi saat ditemui di kantornya pada Minggu (30/3/2025).
Meskipun ada peningkatan permintaan, program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah turut memengaruhi jumlah pelanggan. Namun, layanan rental mobil tetap diminati, terutama oleh pemudik yang membutuhkan kendaraan untuk keperluan keluarga dan rekreasi selama di kampung halaman.
Saat ini, Radja Rental menyewakan sebanyak 12 unit mobil, lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 20 unit. Namun, jumlah permintaan justru melampaui perkiraan.
“Banyak pelanggan yang sudah melakukan pemesanan jauh-jauh hari. Puncak penggunaan biasanya terjadi pada hari kedua Lebaran, yaitu 1 Syawal,” jelasnya.

Terkait tarif sewa, Juniadi mengungkapkan bahwa selama periode Lebaran, pihaknya menerapkan tarif khusus, yakni berkisar antara Rp500.000 hingga Rp600.000 per hari dengan sistem penyewaan tanpa sopir atau laps kunci.
‘’ Untuk tarif khusus lebaran mulai H-3 hingga H+8 Lebaran Rp500.000 hingga Rp600.000 per hari lepas kunci,’’imbuh Juni yang juga merupakan ASN menjabat sebagai Kabid Gakda Perkada SatpolPP Kebumen itu.
Menurutnya, mayoritas penyewa berasal dari kalangan pemudik yang datang menggunakan transportasi umum, kemudian menyewa mobil untuk keperluan keluarga. Durasi sewa bervariasi, mulai dari tiga hingga tujuh hari. Namun, ada beberapa batasan yang diterapkan oleh pihak rental, salah satunya adalah larangan penggunaan kendaraan ke luar provinsi.
“Kami membatasi penggunaan hanya dalam provinsi dan tidak melayani perjalanan ke luar kota. Untuk armada travel, konsepnya berbeda,” tambahnya.
Dengan tingginya permintaan, Radja Rental bahkan terpaksa menolak sekitar 5 hingga 10 calon penyewa karena keterbatasan unit. Meskipun demikian, untuk tahun ini, pihaknya belum berencana menambah unit karena pertimbangan operasional serta persaingan dengan layanan transportasi online seperti Grab yang turut memengaruhi usaha rental mobil.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















