OPINI PUBLIC

Rektor UMNU Kebumen: DPRD Harus Fokus pada Quality Control Kinerja Bupati

1410
×

Rektor UMNU Kebumen: DPRD Harus Fokus pada Quality Control Kinerja Bupati

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Rektor Universitas Maarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen, Dr. Imam Satibi, menekankan pentingnya peran DPRD dalam mengawal visi dan misi Bupati Kebumen, Lilis Zaen, untuk lima tahun ke depan. Menurutnya, DPRD harus lebih fokus pada quality control, yakni pengawasan yang berorientasi pada kualitas capaian kinerja bupati dan wakil bupati.

“Secara akuntabel, masyarakat telah memberikan mandat penuh kepada DPRD untuk mengartikulasikan harapan publik dalam bentuk aspirasi politik. Maka, pengawasan tidak boleh hanya sebatas teknis dan praksis dalam eksekusi program, tetapi harus lebih berkelas dengan menilai mutu kinerja dalam tiga aspek utama, yaitu formulasi perencanaan, strategi pelaksanaan, serta pengukuran dan perbaikan kinerja,” ujar Imam Satibi dalam keterangan resminya, Rabu 5 Maret 2025.

Ia juga menegaskan bahwa DPRD harus mampu melakukan kajian mendalam terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai kontrak kinerja bupati dan wakil bupati. Menurutnya, sudah saatnya Kebumen mengubah fokus dari permasalahan stagnan menjadi peluang baru yang lebih strategis.

“Kita tidak boleh terjebak dalam permainan politik ‘playing victim’ yang selalu menyalahkan kebijakan masa lalu dengan dalih warisan kemiskinan atau isu-isu fatalistik lainnya,” lanjutnya.

Menurut Imam Satibi, jika DPRD mampu mengarahkan pembangunan Kebumen dengan perspektif strategis, maka akan tercipta kemitraan berkualitas yang dapat mendorong daya saing daerah.

Menanggapi pidato Bupati Kebumen, Lilis Zaen, Imam Satibi menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, bupati tetap konsisten membawa semangat transformasi daerah dengan ketulusan pengabdian kepada masyarakat.

“Semangat ini akan menjadi modal dalam akselerasi pembangunan daerah. Namun, visi pembangunan Kebumen seharusnya tidak dimulai dari titik nol layaknya SPBU, melainkan merupakan kelanjutan dari kinerja pemimpin sebelumnya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa capaian kinerja bupati tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan layanan publik, tetapi juga dari pembangunan infrastruktur sosial.

“Harmonisasi antara pemimpin, bawahan, dan masyarakat harus dibangun. Perubahan nilai yang selaras dengan visi baru diharapkan bisa membumi dan diterima oleh masyarakat sipil,” ujarnya.

Imam Satibi juga menyoroti pentingnya legitimasi kultural dalam mempercepat pembangunan dan mewujudkan harmoni di Kebumen. Ia menilai bahwa ajakan Bupati Lilis Zaen untuk tidak terkotak-kotak dalam perbedaan politik merupakan bentuk kedewasaan dalam kepemimpinan.

“Secara garis besar, masyarakat Kebumen merindukan pemimpin yang sejuk dan mampu membawa daerah ini ke tingkat daya saing global. Kebumen harus menjalin kerja sama dengan kabupaten lain dalam konsep aglomerasi, terutama dalam optimalisasi ekonomi biru dan akses transportasi nasional. Jika hal ini terwujud, sektor ekonomi, tenaga kerja, pertanian, pendidikan, dan kesehatan akan menemukan peluang baru yang lebih besar,” pungkasnya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.