KEBUMEN, Kebumen24.com – Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, Dr. H. Imam Satibi, M.Pd.I., menaruh harapan besar kepada Bupati dan Wakil Bupati Kebumen yang baru dilantik, Hj. Lilis Nuryani dan H. Zaeni Miftah. Ia menegaskan kepemimpinan baru ini harus mampu meningkatkan daya saing Kabupaten Kebumen dengan strategi yang tepat dan berbasis pada permasalahan serta potensi daerah.
Menurut Dr. Imam Satibi, langkah awal yang harus dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kebumen adalah mengidentifikasi masalah dan potensi daerah secara komprehensif agar strategi pembangunan yang diterapkan tidak keliru. Ia menyoroti beberapa permasalahan klasik dan riil yang saat ini masih dihadapi Kebumen.
Diantaranya:
- Kemiskinan yang masih tinggi.
- Angka putus sekolah di tingkat pendidikan dasar yang memprihatinkan.
- Kesenjangan pendidikan, terutama antara sekolah negeri dan swasta.
- Banyaknya pesantren yang belum memiliki izin operasional.
- Rendahnya mutu sarana dan prasarana pendidikan Madin, PAUD, dan TPQ.
- Kurangnya inovasi teknologi di sektor pertanian.
- Stagnasi budaya yang menghambat perkembangan identitas lokal.
- Terbatasnya lapangan kerja bagi masyarakat.
- Minimnya investor yang tertarik menanamkan modal di Kebumen.
- Mengoptimalkan Potensi Lokal untuk Pembangunan Berkelanjutan
Di sisi lain, Dr. Imam Satibi juga menyoroti berbagai potensi yang dimiliki Kebumen yang dapat menjadi modal utama dalam mendorong pembangunan daerah.
Antara lain:
- Masyarakat yang religius dan memiliki nilai-nilai spiritual tinggi.
- Karakter masyarakat yang santun dan berbudaya.
- Tingginya semangat gotong royong di masyarakat.
- Semangat juang yang tinggi dalam menghadapi tantangan.
- Sumber daya alam yang melimpah, terutama di sektor pertanian.
- Potensi ekonomi maritim yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
- Potensi wisata yang kaya dan beragam.
- Keunggulan Kebumen sebagai bagian dari kawasan Geopark Internasional.
- Moderasi beragama yang kuat dan dapat menjadi model bagi daerah lain.
- Membangun Kebumen Berbasis Kearifan Lokal
Lebih lanjut, Dr. Imam Satibi menekankan bahwa Bupati dan Wakil Bupati harus mampu menggali keunggulan dan kekhasan lokal (distinction) Kebumen sebagai basis utama dalam perencanaan pembangunan. Konsep local wisdom atau kearifan lokal harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan, sehingga pembangunan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Keberhasilan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kesejahteraan sosial dan budaya. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil harus berorientasi pada kemandirian daerah dengan mengedepankan potensi lokal,” ujar Dr. Imam Satibi, Kamis 20 Februari 2025.
Dengan tantangan dan peluang yang ada, Satibi berharap kepemimpinan Hj. Lilis Nuryani dan H. Zaeni Miftah mampu membawa perubahan positif bagi Kebumen. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan akademisi menjadi kunci dalam mewujudkan Kebumen yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















