Keistimewaan Malam Lailatul Qadar, Gus Fachrudin: Malam Pencatatan Takdir

oleh -
Foto : KETUA RMI NU KEBUMEN GUS FACHRUDIN ACHMAD ANNAWAWI

KEBUMEN, Kebumen24.com  – Tak terasa saat ini telah memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan 1445 H. Sebagai umat muslim, pasti sudah banyak yang tahu bahwa dalam 10 hari terakhir bulan Ramadan terdapat malam Lailatul Qadar.

Ketua RMI NU Kebumen Gus Fachrudin Annawawi mengatakan, keutamaan malam Lailatul Qadar menjadi malam yang sangat istimewa bagi umat Islam. Malam ini dikenal memiliki beragam keistimewaan dan penuh berkah. Salah satunya sebagai malam pencatatan takdir.

  1. Malam Pencatatan Takdir

Lailatul Qadar juga dianggap sebagai momen di mana takdir manusia dicatat. Seperti dijelaskan dalam Al-Quran, Surat Ad-Dukhan ayat 4, yang menyatakan bahwa pada malam tersebut segala urusan yang penuh hikmah dijelaskan.

Penjelasan ini juga diperkuat oleh penafsiran Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya, yang menyatakan bahwa pada Lailatul Qadar, akan dijelaskan secara rinci mengenai penulisan takdir manusia dalam satu tahun di Lauhul Mahfuzh, lembaran yang menjelaskan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Pemahaman ini menegaskan bahwa Lailatul Qadar bukan hanya menjadi momen keberkahan dan turunnya Al-Quran, tetapi juga momen penting dalam pencatatan takdir individu untuk tahun yang akan datang.

‘’ Dalam konteks ini, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT agar mendapat keberkahan dan rahmat-Nya pada malam yang istimewa ini,’’ jelas Gus Fachrudin, Senin 1 April 2024.

2.Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan.

Dalam Ayat ke-3 dari Surat Al-Qadr dalam Al-Quran menyatakan bahwa malam Lailatul Qadr, malam kemuliaan tersebut, lebih baik dari seribu bulan. Hal ini menunjukkan keutamaan luar biasa dari malam tersebut, yang dianggap lebih baik daripada seribu bulan lainnya.

Dalam buku “Mukjizat Lailatul Qadr: Menemukan Berkah pada Malam Seribu Bulan” karya Arif M. Riswanto, dijelaskan bahwa berkah yang terdapat pada malam Lailatul Qadar dianggap lebih besar daripada berkah yang bisa diperoleh dalam waktu delapan puluh tiga tahun empat bulan. Hal ini menunjukkan tingginya nilai spiritual dan keberkahan yang terkandung dalam malam tersebut.

Dalam Tafsir Al-Wasith juga dijelaskan bahwa faktor-faktor seperti waktu, tempat, ikhlas dalam hati, dan kebaikan saat melaksanakan amal perbuatan dapat membuat amal yang sedikit menjadi lebih utama daripada amal yang banyak. Hal ini menegaskan pentingnya kualitas dan keikhlasan dalam amal ibadah seseorang.

3.Malam Turunnya Al-Qur’an.

Lailatul Qadar juga dipandang sebagai saat turunnya Al-Quran, yang merupakan mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW dan menjadi pedoman hidup utama bagi umat Islam.

Turunnya Al-Quran pada malam Lailatul Qadar merupakan momen yang sangat penting dalam sejarah Islam, di mana wahyu Ilahi diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai panduan spiritual dan hukum bagi umat manusia. Al-Quran tidak hanya menjadi sumber ajaran keagamaan, tetapi juga menjadi landasan moral dan etika bagi umat Islam, mengatur segala aspek kehidupan dari ibadah, muamalah, hingga tata cara bersosialisasi.

Dengan demikian, malam Lailatul Qadar bukan hanya merayakan keberkahan malam tersebut, tetapi juga memperingati momen penting dalam sejarah Islam di mana wahyu Allah diturunkan kepada manusia.

4 Turunnya Malaikat ke Bumi

Ayat ke-4 dari Surat Al-Qadr dalam Al-Quran menjelaskan bahwa pada malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi dari arasy Allah untuk mengatur segala urusan.

Dalam buku “Sukses Berburu Lailatul Qadar” karya Muhammad Adam, dijelaskan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki keistimewaan yang luar biasa sehingga banyak malaikat yang turun ke bumi.

Kehadiran para malaikat tersebut dianggap sebagai tanda turunnya berkah dan rahmat dari Allah SWT.

Turunnya para malaikat tersebut menunjukkan pentingnya malam tersebut dalam kehidupan spiritual umat Islam, serta menegaskan bahwa Lailatul Qadar adalah momen yang penuh dengan keberkahan dan keistimewaan, yang memperkuat hubungan antara manusia dan penciptanya.

5.Malam diampuninya Dosa

Sayyidah Aisyah menceritakan hadits Rasulullah SAW mengenai malam Lailatul Qadar, yang merupakan malam di mana dosa-dosa diampuni. Dalam hadits tersebut, Sayyidah Aisyah bertanya kepada Rasulullah SAW bagaimana cara bersikap jika menemui malam Lailatul Qadar.

Rasulullah SAW menjawab dengan menyarankan untuk membaca doa, “Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Menyukai Ampunan, maka ampunilah segala kesalahanku.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i & Ibnu Majah).

Doa ini menegaskan pentingnya memohon ampunan dan meraih keberkahan pada malam yang istimewa ini. Rasulullah SAW memberikan pedoman praktis kepada umatnya untuk memperoleh keberkahan dan ampunan Allah SWT pada malam Lailatul Qadar, yang secara khusus ditekankan sebagai malam, dimana dosa-dosa diampuni dan doa-doa dikabulkan.

Seperti diketahui, dalam banyak tradisi Islam, umat dianjurkan untuk melakukan amalan kebaikan dan ibadah ekstra pada malam Lailatul Qadar, sebagai bentuk penghormatan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Adapun cara mendapatkan malam Lailatul Qadar adalah dengan konsistensi dalam menjalankan ibadah sepanjang bulan Ramadhan.

“Maka cara termudah mendapatkan Lailatul Qadar, ya, setiap malam jangan tinggalkan tarawih, setiap malam jangan tinggalkan tahajud. Kalau sebulan penuh kita menjalankan tarawih dan qiyamul lail, maka dipastikan kita dapat Lailatul Qadar,” jelas Gus Fachrudin.

Menurutnya, Allah SWT sengaja merahasiakan kedatangan Lailatul Qadar agar umat Islam tetap semangat dalam menjalankan amalan ibadah selama bulan Ramadhan, termasuk puasa, tarawih, dan amalan sunah lainnya. Untuk itu Umat Islam dianjurkan untuk lebih bersemangat dalam menjalankan ibadah, terutama pada 10 malam terakhir Ramadhan.

‘’ Diakhir Ramadhan, perbanyaklah untuk meningkatkan ibadah dan amal kebaikan seperti shalat malam, membaca Al-Quran, berdzikir, bersedekah, dan berbuat baik kepada sesama,’’kata Gus Fachrudin.

Ciri-ciri malam Lailatul Qadar

Tak ada yang tahu pasti kapan datangnya malam Lailatul Qadar. Namun, berdasarkan buku Sukses Berburu Lailatul Qadar karya Muhammad Adam Hussein, ada beberapa ciri malam Lailatul Qadar yang bisa diperhatikan.

1.Udara pada hari itu terasa lebih menenangkan

Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas. Rasulullah SAW bersabda bahwa malam Lailatul Qadar ditandai dengan udara dan angin yang tenang.

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan.”

2.Langit pada malam itu tampak bersih

Pada malam Lailatul Qadar terlihat bahwa langit tampak tak berawan. Suasananya lebih tenang dan sunyi. Udara juga tidak terasa dingin atau panas.

Hal tersebut dijelaskan dalam hadis Imam Ahmad. Dalam Mu’jam at-Thabari al-Kabir, Rasulullah SAW bersabda:

“Malam Lailatul Qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak, dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.”

3.Sorot matahari tidak terlalu menyengat

Hari saat malam Lailatul Qadar datang, matahari tidak terasa menyengat seperti biasanya. Hal ini dijelaskan dalam hadis yang berbunyi:

“Dari Ubaiy bin Ka’ab, Rasulullah bersabda, ‘Pagi hari dari malam Lailatul Qadar terbit matahari tidak menyengat bagaikan bejana, sampai meninggi’.” (HR Muslim, Ahmad, Tirmidzi, dan Abu Daud)

4.Terjadi pada malam ganjil

Malam ini dipercaya akan datang pada malam ganjil sepuluh hari terakhir pada Bulan Ramadhan.

Kapan datangnya malam Lailatul qodar?

Dalam riwayat Muslim :“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir, jika salah seorang dari kalian merasa lemah atau tidak mampu, maka janganlah sampai terlewatkan tujuh hari yang tersisa dari bulan Ramadhan.” (HR. Muslim dari Ibnu ‘Umar radliyallahu ‘anhuma).

Yang lebih khusus lagi adalah malam 27 sebagaimana sabda Nabi tentang Lailatul Qadar:

“(Dia adalah) malam ke-27. ” (HR. Abu Dawud, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radliyallahu ‘anhuma, dalam Shahih

Sunan Abi Dawud. Sahabat Ubay bin Ka’b radliyallahu ‘anhu menegaskan:

“Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadar) tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menegakkan shalat padanya, yaitu malam ke-27.” (HR. Muslim)

Dengan demikian dapat dibuat kesimpulan bahwa Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh akhir Ramadhan, terutama pada malam tanggal ganjil.

Dalam hadits Abu Dzar disebutkan:

“Bahwasanya Rasulullah melakukan shalat bersama mereka (para sahabat) pada malam dua puluh tiga (23), dua puluh lima (25), dan dua puluh tujuh (27) dan disebutkan bahwasanya beliau mengajak salat keluarga dan istri-istrinya pada malam dua puluh tujuh (27).”

Para ulama kemudian berusaha meneliti pengalaman mereka dalam menemukan Lailatul Qadar. Menurut keterangan Fathul Qarib, Hasyiah Al-Bajury, dan Fathul Muin beserta ‘Ianatut Thalibin, Imam Syafii menyatakan bahwa  Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh akhir Ramadhan, lebih-lebih pada malam ganjilnya, dan yang paling diharapkan adalah pada malam 21, atau 23 Ramadhan.

Di antara ulama yang menyatakan bahwa ada kaidah atau formula untuk mengetahui itu adalah Imam Abu Hamid AlGhazali (450 H- 505 H) dan Imam Abul Hasan as Syadzili. Bahkan dinyatakan bahwa Syekh Abu Hasan semenjak baligh selalu mendapatkan Lailatul Qadar dan menyesuai dengan kaidah ini.

Menurut Imam Al-Ghazali dan juga ulama lainnya, sebagaimana disebut dalam I’anatut Thalibin juz 2, hal. 257, bahwa cara untuk mengetahui Lailatul Qadar bisa dilihat dari hari pertama dari bulan Ramadhan:

Jika awal Puasa jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29.

Jika awalnya jatuh pada hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21

Jika awalnya jatuh pada hari Selasa atau Jum’at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27.

Jika awalnya jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25

Jika awalnya jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23

Syekh Abul Hasan As-Syadzili berkata:

“Semenjak saya menginjak usia dewasa Lailatul Qadar tidak pernah meleset dari jadwal atau kaidah tersebut.”

Kaidah ini sesuai dengan keterangan dalam Hasyiah al-Jamal, hal. 480:

Berbeda dari keterangan dalam I’anatut Thalibin dalam halaman 258, kitab Hasyiah al-Bajury dalam juz pertama halaman 304, mencantumkan kaidah lain:

(Jika awal puasanya Jumat maka pada malam ke-29; jika Sabtu maka pada malam ke-21; jika Ahad maka pada malam

ke-27; jika pada Senin maka pada malam ke-29; jika Selasa maka pada malam ke-25; jika Rabu maka pada malam ke27; jika Kamis maka pada sepuluh akhir malam-malam ganjil).

Kaidah ini tercantum dalam kitab-kitab para ulama termasuk dalam kitab-kitab fiqih bermazhab Syafi’i (fiqh Syafi’iyyah).

Rumus ini teruji dari kebiasaan para ulama yang telah menemui Lailatul Qadar. Demikianlah ijtihad Imam Al-Ghazali dan disetujui oleh banyak ulama sebagaimana termaktub dalam kitab-kitab fiqih.

‘’ Tentang hakikat kepastian kebenarannya, jawaban terbaiknya adalah wallahu ‘a’lam (hanya Allah yang paling tahu). Karena itu, walaupun titik pusat konsentrasi qiyam ramadhan dan ibadah kita boleh diarahkan sesuai dengan kaidah tersebut, hendaknya kita terus mencari malam yang penuh kemuliaan itu di malam atau tanggal apa dan mana pun, dan terutama pada malam ganjil, dan terutama pada malam-malam sepuluh akhir, dan terutama lagi pada malam ganjil di sepuluh akhir.’’ujar Gus Fachrudin.

Sepuluh malam terakhir termasuk puncak ibadah Ramadhan. Pada malam ini biasanya malam lailatul qadar datang dan Rasulullah pun semasa hidupnya memperbanyak ibadah di malam itu. Dalam hadits riwayat ‘Aisyah dijelaskan,

“Ketika memasuki sepuluh akhir Ramadhan, Nabi fokus beribadah, mengisi malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut ibadah,” (HR Al-Bukhari).

‘’Semoga kita dipertemukan oleh Allah SWT dengan malam paling baik dari pada seribu bulan,’’pungkas Gus Fachrudin.(k24*)

Tentang Penulis: Redaksi Kebumen24.com

Gambar Gravatar
Berita Kebumen Terkini

Terimakasih telah mengikuti portal berita kami

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.