KesehatanPendidikan

Program Makan Siang Gratis untuk Pertumbuhan Anak Sekolah

731
×

Program Makan Siang Gratis untuk Pertumbuhan Anak Sekolah

Sebarkan artikel ini
Foto : Asiana Umi Rahayu || Guru SD Negeri 2 Jogopaten, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen

Oleh : Asiana Umi Rahayu || Guru SD Negeri 2 Jogopaten, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Program makan siang gratis  yang banyak mendapat sorotan berbagai kalangan akhir-akhir ini menarik perhatian Publik. Salah satunya bagi seorang penulis saat mengikuti Program Pendidikan Guru (PPG) dalam Jabatan di lingkungan Kemendikbud RI pada November 2023 – Maret 2024.

Program tersebut dinilai sangat berkaitan dengan masalah pendidikan. Utamanya tumbuh kembangnya anak sekolah.

Menurut Moehji (2003), anak sekolah merupakan salah satu kelompok usia  yang  rentan  mengalami  permasalahan  gizi. Sebab, anak dalam masa pertumbuhan dan  perkembangan  tulang,  gigi,  otot  dan  darah, memerlukan  zat  gizi  makronutrien  seperti energi, protein, lemak  dan zat  gizi lainnya.

Asiana Umi Rahayu selaku Guru SD Negeri 2 Jogopaten, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen menyaksikan langsung anak didik yang mengalami masalah dalam pertumbuhan. Bagi anak yang kurang gizi kebanyakan karna kesehariannya tidak membawa bekal makan siang atau tidak sarapan pagi.

Kondisi demikian berpengaruh terhadap konsentrasi anak didik yang menjadi kurang bergairah mengikuti pelajaran. Di samping itu mudah lelah dan  mengantuk, sehingga berdampak pada rendahnya prestasi belajar.

Untuk itu, perbaikan  gizi  anak  sekolah  sangat penting dilakukan. Data dari Depkes RI menyebutkan jumlah  anak  sekolah sekitar 15 % dari total penduduk di  Indonesia, dalam   masa   pertumbuhan   dan perkembangan  pesat. Praktis membutuhkan intervensi dari pemerintah untuk membawa perubahan   (agent   of   change)   bagi pembentukan perilaku gizi.

Dengan adanya program makan siang gratis akan mangatasi masalah tumbuh kembangnya anak sekolah. Program yang telah disinggung Presiden Joko Widodo  dalam rapat kabinet pada 26 Februari 2024 itu meningkatkan asupan zat gizi penting, menurunkan angka stunting dan wasting, meningkatkan berat badan dan tinggi badan, meningkatkan prestasi belajar dan meningkatkan kesehatan mental dan sosial-emosional.

Hal ini juga diperkuat dari hHasil  penelitian  Safitri dan  Fitriana (2022) dalam jurnalnya berjudul “ Peran Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Terhadap Status Gizi Anak”, dapat mempengaruhi   dan   meningkatkan   status   gizi pada  anak.  Selanjutnya akan   mempengaruhi pula pada   peningkatan prestasi belajar.

Diperlukan pemberian makanan tambahan pada anak sekolah dan kecukupan gizi yang optimal. Untuk itu program makan siang gratis dapat berperan penting dalam memastikan akses anak-anak terhadap makanan bergizi seimbang, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Program makan gratis yang dirancang dengan baik, menyediakan makanan bergizi dan berkualitas tinggi, dan diimplementasikan dengan baik, maka dapat memberikan dampak positif pada status gizi dan kesehatan anak.

Upaya bersama dari berbagai pihak sangat diharapkan, antara lain intervensi gizi dari pemerintah, sekolah, dan organisasi terkait. Tidak ketinggalan komite sekolah dan masyarakat. Penulis pun berharap dari implementasi program makan siang gratis dapat membawa multy player effect yang muaranya untuk kemajuan Indonesia dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.