KEBUMEN, Kebumen24.com – Dugaan kasus pengeroyokan kepada AP (16), pelajar salah satu SMK di Kebumen berkahir secara restorative justice (RJ) di Polres Kebumen. Sebelumnya korban mengalami luka bacok pada bagian bawah dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Dalam proses RJ, para pelaku dan korban dikumpulkan di Polres Kebumen Kamis 26 Januari 2023. Mereka diberikan pembinaan dan pemahaman dampak dari tawuran,
Polres Kebumen juga melibatkan Kantor Kemenag Kebumen. Termasuk mengundang para orangtua, wali murid hingga kepala sekolah
Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha mengatakan, restorative justice penyelesaian hukum paling tepat dilakukan mengingat para pelaku masih berstatus pelajar dan mayoritas masih di bawah umur.
“Setelah ini masih ada wajib lapor bagi pelajar yang kemarin mengikuti pengeroyokan ataupun tawuran. Kami berpesan kepada kepala sekolah yang hadir pada hari ini untuk memberikan sanksi berat di sekolah jika di kemudian hari ditemukan kasus yang sama,” jelas Aiptu Catur.
Para pelajar yang terlibat tawuran atau pengeroyokan total ada 10 pelajar dari 5 sekolah berbeda mulai dari setingkat SMP hingga SMK maupun SMA di Kebumen.
Sedangkan Orang tua korban AP, Latiah 35, sempat syok ketika pertama kali mendengar berita jika anaknya kritis dengan luka bacok di bagian baha bawah dalam insiden yang terjadi di Desa Entak, Kecamatan Ambal pada 16 Januari 2023, sore. Ia sempat tidak percaya jika anaknya menjadi korban pengeroyokan dalam peristiwa tawuran antar pelajar di Kebumen.
“Pertama kali mendapatkan informasi mau pingsan. Apalagi ada informasi darah nggak mau berhenti. Saya syok sekali,” jelasnya saat mendampingi AP di Mapolres.
Menurutnya, penyelesaian perkara tindak pidana melalui restorative justice tepat dilakukan karena bisa dijadikan pelajaran bersama.
“Insya Allah ikhlas, yang penting anak sudah sembuh. Jangan sampai ada lagi tawuran semacam ini,” katanya.
Ada beberapa momen harus saat penyelesaian perkara melalui restorative justice. Para anak diajak sungkem kepada orangtua lalu meminta maaf telah melakukan perbuatan tak baik. Bahkan beberapa murid hingga orang tua menitihkan air mata pada prosesi ini.
“Sudah ya, jangan diulangi lagi. Ibu capek,” ucap salah satu orangtua.
Selain acara sungkeman, para pelajar juga terlibat makan siang bersama dan saling suap tanda perdamaian dan kekompakan antar pelajar di Kebumen.(k24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















