Breaking NewsPEMBANGUNANSOSIAL

Belum ada Perbaikan, Warga Kalikumbang Sempor Bangun Jalan Secara Swadaya

1525
×

Belum ada Perbaikan, Warga Kalikumbang Sempor Bangun Jalan Secara Swadaya

Sebarkan artikel ini

SEMPOR, Kebumen24.com,- Warga Dukuh Kalikumbang utamanya yang tergabung dalam Paguyuban Warga Kalikumbang (Pawakal) Desa Donorojo Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen, terpaksa membangun jalan dengan cara swadaya. Ini dikarnakan, kondisi jalan di desa tersebut sudah lama rusak dan belum juga ada perbaikan dari Pemerintah.

Pembangunan jalan dengan panjang 160 meter dan lebar 2 meter ini menghabiskan dana sebesar Rp 35.726.000. Dana bersumber dari iuran Masyarakat setempat.

Hal itu disampaikan Ketua RT 02 RW 04 Dukuh Kalikumbang Karyono saat ditemui di Lokasi, Sabtu 7 Januari 2023. Menurutnya, alasan warga berinisiatif membangun jalan ini, dikarenakan sudah lama kondisinya rusak dan cukup memprihatinkan. Padahal, jalan tersebut merupakan akses satu satunya masyarakat untuk menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan dan juga kesehatan.

‘’ Akses jalan mulus serta mudah dilalui kendaraan merupakan cita cita warga sejak puluhan tahun lalu. Dan saat ini bisa terealisasi, meski dengan cara Swadaya dan belum seluruhnya kami perbaiki.’’ujarnya.

Karyono mengatakan, sebelum diperbaiki, kondisi jalan ini cukup memprihatinkan, apalagi ketika musim hujan, jalan cukup licin dan sulit dilewati kendaraan. Namun, karena keterbatasan anggaran dari masyarakat perbaikain hanya beberapa ratus meter saja.

‘’ Karna keterbatasan anggaran, kami hanya bisa memperbaiki jalana dengan panjang 160 meter dan lebar 2 meter saja,’’katanya.

Sementara itu salah seorang warga Supriyanto mengaku bersyukur jalan ini telah perbaiki atas hasil swadaya masyarakat. Ia berharap ada perhatian dari pemerintah untuk memberikan kemudahan akses jalan, khususnya bagi warga Kalikumbang.

” Kita semua kerja bakti RT02, terus dibantu juga dari RT lainnya, itu semua dana dari warga perantauan, perantauan RT 02, dan semua membantu,” jelasnya.

Supriyanto mengatakan, tak sedikit anak anak di Dukuh ini, yang terpaksa putus sekolah hanya gara gara terkendala akses jalan. Terlebih jarak rumah menuju sekolah cukup jauh, atau sekitar 5 KM.

‘’ Jarak sekolah jauh, dan tidak ada transportasi umum yang masuk ke sini karna kondisi jalan rusak. Jadi tak sedikit anak anak yang terpaksa memilih berhenti sekolah. Mereka yang bersekolah, kebanyakan jalan kaki.’’jelasnya.

Perlu diketahui, Jalan ini merupakan akses satu satunya penghubung kedua desa yang digunakan masyarakat setempat. Saat musim penghujan, jalan ini sangat licin dan sulit sekali di lalui kendaraan apapun.

Kondisi jalan tersebut cukup membuat khawatir para orang tua siswa yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan penyadap getah pinus dengan penghasilan yang tidak menentu. Meski ada transportasi Ojek motor untuk mengantar anaknya ke sekolah, namun mereka tak mampu, karena mereka harus merogoh kocek Rp 50 ribu.

Seorang siswi kelas 6 SD N 1 Kenteng Suharti mengungkapkan, karena sulitnya akses jalan yang dilalui dirinya bersama dengan teman temannya harus berangkat dari rumah sekitar pukul 05.30 pagi agar tidak terlambat. Belum lagi, jalan yang dilalui cukup terjal dan berliku.

‘’ Kalo hujan tiba, terkadang saya tidak bisa berangkat sekolah karena memang jalan yang dilewati cukup licin dan berbahaya.’’katanya.

Kepala Desa Donorojo Admin mengatakan pihaknya setiap tahun selalu mengusulkan ke pemerintah daerah Kabupaten Kebumen agar ada perbaikan jalan di Desanya. Namun hingga saat ini belum terealisasi. Menurutnya, jalan tersebut semakin parah ketika ada perintah pelebaran jalan oleh pemerintah pada tahun 2016 lalu. Namun, hingga saat ini belum juga ada kelanjutannya.

‘’ Sejatinya masyarakat cukup antusias saat itu ada pelabaran, dan bahkan para warga rela tanahnya tidak diganti rugi oleh pemerintah.’’ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, sebelumnya Dinas PUPR Kebumen meminta masyarakat untuk tetap bersabar karna jalan yang melintasi hutan pinus Perhutani itu sudah masuk dalam perencanaan dan akan direvitalisasi pada 2023. Ruas jalan Kenteng- Ketileng sepanjang 13 km ini, sebenarnya sudah dibangun sepanjang 8 Km. Namun masih ada 5 Km jalan yang menghubungkan kedua desa yakni Kenteng dan Donorojo.

‘’ Karna proses pembangunannya masih mengalami beberapa kendala, terutama status jalan merupakan milik Perhutani. Kita juga prihatin melihat jalan tersebut, tapi dalam pembangunan jalan itu diperlukan Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Perhutani. Jadi sampai sekarang masih kita upayakan’’kata Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Kebumen yang saat itu dijabat Bachtiar Akhmad, Senin, 20 Desember 2021 lalu.

Dijelaskannya, bahwa pihaknya telah menerima team dari Perhutani Salatiga pada 6 Desember lalu, untuk pengecekan dan penerbitan rekomendasi teknis terkait IPPKH. Maka dari itu di tahun 2023 nanti sudah bisa diusulkan pembangunannya.

Kendati begitu, masyarakat diminta tetap bersabar karna pembangunan jalan di daerah pegunungan tidak semudah membangun jalan di daerah dataran rendah. Ini dikarnakan  kontur tanahnya  masih tanah Merah dan juga wilayahnya naik turun, sehingga diperlukan pengerasan jalan dan pembuatan drainase.

” Memang PR Kita itu,  jalan yang kondisinya rusak ya ada di Pegunungan,  dan di pegunungan pasti ada Perhutani,Jadi saya imbau masyarakat untuk bersabar sementara waktu”ujarnya.(K24/IMAM).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.