EkonomiKesehatanPemerintahanPERISTIWA

Pemdes Pagebangan Karanggayam Bakal Tutup Pasar Desa

3543
×

Pemdes Pagebangan Karanggayam Bakal Tutup Pasar Desa

Sebarkan artikel ini
FOTO PASAR DESA PEGEBANGAN Leox

KARANGGAYAM, Kebumen24.com- Pasca satu warga Kecamatan Karanggayam dinyatakan positif terpapar virus corona. Pemerintah Desa Pagebangan, Kecamatan Karanggayam langsung menyiapkan skema jangka panjang dalam menangkal penyebaran Covid-19, yakni berencana menutup Pasar Leox yang merupakan pasar milik desa.

 

Kepala Desa Pagebangan, Kecamatan Karanggayam Nur Soleh Aji Setiawan menyampaikan, meski bukan salah satu warganya yang dinyatakan positf Covid-19. Namun penutupan pasar dinilai sebagai upaya memotong mata rantai penyebaran virus serta menerapkan kebijakan pemerintah tentang pembatasan aktifitas atau sosial distancing.

 

“Kalau sudah zona merah pasti kami tutup dan lebih ketat lagi pengawalannya. Dasar saya memberanikan diri untuk menutup karena itu posisinya pasar milik desa,” ucapnya saat ditemui, Kamis, 30 April 2020.

 

FOTO PASAR DESA PAGEBANGAN

Disebutkan Nur Soleh, Pasar Leox yang buka setiap hari Rabu dan Sabtu ini sedikitnya mampu menampung 100 pedagang, baik berasal dari pedagang lokal maupun pedagang luar Desa Pagebangan. Pasar yang berdiri diatas tanah kas desa seluas 100 meter persegi bakal ditutup guna mengantisispasi kemungkinan terburuk terjadi. “Kebanyakan justru pedagang luar. Pertengahan puasa akan lebih diperketat lagi disetiap pintu masuk desa dan pasar. Jadi bagi siapapun yang tidak meneganakan masker dilarang untuk masuk,” jelasnya.

 

Selama ini, kata dia, berbagai upaya telah dilakukan dalam menekan resiko penularan Covid-19. Seperti pembentukan posko siaga yang dijaga para relawan selama 24 jam. Memfasilitasi tempat cuci tangan di beberapa titik di lingkungan pasar.

 

“Protokol kesehatan kami utamakan. Sudah sediakan tempat cuci tangan dan menempatkan relawan khususnya di depan pintu masuk untuk sosialisasi kepada setiap yang akan masuk,” terangnya.

 

Selain itu, langkah antisispasi lain yang dilakukan yakni penyemprotan disinfektan secara berkala setiap kali selesai kegiatan pasar.

 

“Ada kesepakatan dengan 20 para relawan agar dilakukan penyemprotan setelah kegaiatan jual beli waktu pasaran selesai. Mungkin langkah itu lebih efektif untuk menangkal,” imbuh dia.

 

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kebumen mengumumkan penambahan pasien positif corona, salah satunya perempuan R (21) warga Kecamatan Karanggayam yang memiliki riwayat perjalanan dari luar kota. Tentu dengan adanya kasus tersebut menjadi Karanggayam merupakan satu dari sekian banyak Kecamatan yang memiliki pasien Covid-19. (K24/Hfd)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.