EkonomiPERISTIWAPertanian

Diserang Hama Wereng, Petani di Kecamatan Ambal Terancam Gagal Panen

2270
×

Diserang Hama Wereng, Petani di Kecamatan Ambal Terancam Gagal Panen

Sebarkan artikel ini
FOTO PETANI SEDANG MENUNJUKAN TANAMAN PADINYA YANG RUSAK AKIBAT HAMA WERENG

AMBAL, Kebumen24.com- Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin itulah peribahasa yang tepat untuk menunjukan keadaan para petani di wilayah Kecamatan Ambal saat ini. Betapa tidak, di tengah masa sulit menghadapi pandemi Covid-19, mereka juga harus menelan pil pahit atas ancaman gagal panen akibat serangan hama wereng.

 

Salah satu petani Desa Gondanglegi, Kecamatan Ambal, Muhroni (52) menyampaikan, hasil panen padi yang diterima pada musim panen kali ini tak seperti sebelumnya, dimana ia hanya merasakan hasil panen sekitar 25 persen dari jumlah tanaman keseluruhan akibat serangan hama wereng.

 

 “Minta ampun pokoknya ini hama wereng. Sudah tidak ada yang diharapkan lagi panen sekarang, tidak ketemu mulai dari bibit operasional dan segala macam,” katanya, disela kegiatan panen, Selasa, 28 April 2020.

 

FOTO PEMERINTAH DESA DAN WARGA TENGAH MENINJAU LAHAN PADI YANG RUSAK AKIBAT DI SERANG HAMA WERENG

Sementara, Kepala Desa Gondanglegi, Haryanto menyebutkan, dari seluas 108 hektar lahan pertanian yang ditanami padi, terdapat sedikitnya 10 hektar lahan yang terserang hama wereng. Kondisi tersebut diperparah minimnya ketersediaan pasokan air menjelang memasuki musim tanam berikutnya.

 

“Kita selaku pemerintahan desa juga turut perihatin melihat keadaan seperti ini. Sudah ada corona, mereka juga terancam gagal panen,” jelasnya.

 

Meski begitu, tidak sedikit petani yang rela melakukan panen dini walaupun belum memasuki usia panen guna mengantisipasi kondisi tanaman yang semakin parah.

 

“Sebenarnya kurang beberapa hari lagi panen. Tapi mereka mungkin takut hama wereng kemana-mana nanti malah gagal panen,” ucapnya.

 

Menanggapi hal itu, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Balai Perlindungan Tanaman Pangan Holtikulturan dan Perkebunan (BPTPHP) Jawa Tengah Teguh Pramono menjelaskan, merebaknya hama wereng tidak hanya dirasakan para petani di wilayah Kecamatan Ambal saja melainkan hampir merata di seluruh wilayah di Kebumen.

 

“Hama wereng ini dari dulu memang sudah ada, tapi untuk sekarang ini semua bisa merasakan serangan wereng,” paparanya.

 

Ia menambahkan, hama wereng muncul akibat perubahan iklim dan cuaca. Lazimnya, kata Teguh, hama ini yang menyerang batang pada tanaman padi sehingga perkembangan tanaman tidak bisa tumbuh secara optimal.

 

“Puncak serangan hama wereng biasanya awal Maret sampai akhir,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut, bayak faktor penyebab tanaman padi rentan terserang hama wereng. Namun demikian ia menganjurkan bagi para petani untuk mencoba beralih jenis varietas padi lain. Selain itu, menurutnya penggunaan pestisida kimia yang tidak bijak justru menyebabkan resistensi hama semakin menguat terhadap bahan kimia.

 

“Petani kita kan masih begitu fanatik dengan satu varietas. Banyak kok jenis varietas unggul. Ditambah lagi penyemprotan pestisida secara berlebih malah menambah parah sebenarnya,” terang dia. (K24/Hfd)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.