KEBUMEN, Kebumen24.com- Merebaknya wabah Covid-19 hampir mengancam berbagai sendi kehidupan, termasuk sejumlah peternak ayam di Kebumen. Tak hanya dihadapkan pada kerugian, namun ancaman gulung tikar atau bangkrut bakal dirasakan para perternak.
Amir Cokrowijoyo, salah satu perternak menceritakan, melemahnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 membuat harga ayam terus anjlok. Hal demikian membuat peternak ayam tak dapat lagi bertahan dalam kondisi seperti ini.
“Semenjak virus corona ada di Indonesia, kita sungguh dalam keadaan krisis. Mitra langganan kita otomatis stop permintaan dan entah sampai kapan akan berakhir,” paparnya saat dikonfirmasi, Senin, 27 April 2020.
Ia mengungkapkan, penjualan ayam sangat terganggu di tengah penerapan kebijakan pemerintah tentang sosial distancing. Lebih dari 50 persen daging ayam tak terserap di pasar. Sementara, saat ini perternak Kebumen tidak dapat menjual ke daerah lain karena persoalan harga ayam merata dan dirasakan oleh peternak di tempat lain.
“Jelas kami kelabakan. Semua merasakan, harusnya memasuki Ramadhan dan mendekati lebaran bisa dapat untung tapi ini malah bunting,” terangnya.

Disebutkan, harga jual ayam jenis broiler saat ini berkisar Rp 7-8 ribu per kilogram (Kg). Artinya harga tersebut tidak sebanding dengan harga pokok penjualan (HPP) normal, dimana harga jual per Kg mencapai Rp 18 ribu.
“Benar-benar tersiksa kita ini. Saya yang sudah siap panen sekitar 1,5 Ton. Kalau harga terus seperti ini bisa dipastikan banyak peternak yang merugi bahkan bisa bangkrut,” imbuhnya.
Melihat keadaan sulit ini, ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk turun tangan mencarikan solusi terbaik agar para peternak dapat tetap produksi dengan memprioritaskan suplai stok ayam pada peternak lokal.
“Mungkin yang perlu diperhatikan peternak asli Kebumen, karena saya sendiri ada sekitar 80 pekerja yang tersebar di beberapa kandang. Jadi tanpa tidak sadar ketika kita dibantu akan menolong mata pencaharian mereka,” jelasnya.
Jika keadaan ini tidak berangsur pulih, kata Amir, tidak menutup kemungkinan dirinya akan membagikan ayam di peternakan yang siap panen kepada masyarakat.
“Timbang tidak laku di jual ya paling kita bagi-bagi ke masyarakat. Lha mau diapakan lagi,” tutup dia. (K24/Hfd)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















